Tampilkan posting dengan label music. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label music. Tampilkan semua posting
Lady Gaga

Merasa bosan dengan penampilannya yang selalu menuai banyak pertanyaan dan kritikan, Lady Gaga mengaku ingin mencicipi rasanya tampil telanjang bulat dalam semua tayangannya di TV AS.
"Mungkin terpikirkan untuk memakai busana hitam klasik sepanjang waktu. Bagaimana kalau telanjang bulat? Hanya dengan cara itu, aku akan selalu in-style, penampilan yang tak lekang oleh waktu," ujar penyanyi yang masih berusia 25 tahun itu di blog videonya, GagaVision.
Pikirnya, ketika berpenampilan telanjang bulat, orang-orang tidak akan mampu berkata-kata lagi terhadap diri dan busananya. Artinya, dia berhasil bawakan penampilan berkualitas selamanya.
Gaga selama ini terkenal dengan penampilan yang menghebohkan. Dia sangat mencintai penampilannya dengan berbusana eksentrik, termasuk memakai busana yang dibuat dari potongan-potongan daging, dan juga dari plastik buram setengah transparan. Bahkan, dalam tayangan videoklip hitsmaker teranyarnya, "Born This Way", Gaga berpenampilan seperti sesosok monster.
Begitu pula dalam beberapa konser dunianya seperti di Tokyo beberapa saat lalu, busana eksentrik tampaknya melekat padanya.
Sekadar informasi, bakat kreativitas berpenampilannya akan semakin dikembangkan. Bulan depan, Gaga berencana memulai pekerjaan sampingan sebagai kolumnis Fashion+Art di VMagazine

Semenjak memiliki anak dari suaminya, Marc Anthony, Jennifer Lopez tampaknya harus rela mengorbankan rutinitas dalam merawat kecantikannya.
Jika dulu ia begitu getol melakukan aktivitas kebugaran agar bentuk tubuhnya tetap terjaga, kali ini kondisinya sudah berbeda. Hari-harinya, kini disibukkan dengan merawat si kembar, Max dan Emme. "Saya memang selalu atletis, termasuk dalam menjaga kelangsingan perut. Tidak terlalu sulit buat saya dan saya bersyukur akan hal itu. Namun, semenjak memiliki anak, tubuh saya memang berubah. Tidak terlalu drastis, sih, tetapi saya sangat yakin harus lebih giat menjaganya (tetap langsing) dan memerhatikan apa yang saya makan," tutur Jennifer kepada majalah Hello seperti dikutipFemalefirst.
Soal keindahan ragawi, terlebih bagian perut dan bokong Jennifer, memang sudah diakui banyak pihak. Beberapa kali ia dinobatkan sebagai penyanyi dengan bentuk tubuh indah.  "Memang, mungkin seperti orang yang beruntung, dianugerahi perut yang mudah langsing, namun tetap, semenjak memiliki anak, harus benar-benar lebih giat menjaganya," ujar bintang film Maid in Manhattan dan Gigli itu.
kompas.com

Band Inggris Coldplay telah diminta untuk menyajikan secara khusus lagu "Welcome Song", pada upacara pembukaan Olimpiade 2012, yang akan digelar di London (Inggris) pada 27 Juli tahun depan.
Upacara pembukaan Olimpiade merupakan salah satu acara yang ditonton oleh paling banyak pemirsa di seluruh dunia. Tayangan upacara pembukaannya tahun depan diperkirakan akan ditonton oleh lebih dari dua miliar orang.  
Pihak penyelenggara kegiatan amal The Dartington Hall Trust akan menangani lagu tersebut dan telah menyebut vokalis band pencetak hit In My Place itu sebagai pilihan pertama mereka untuk membawakan lagu itu. Seorang sumber mengatakan kepada surat kabar Inggris The Daily Mirror, "Chris berada di paling atas pada daftar itu untuk menyanyikan lagu tersebut. Ia seorang bintang besar dan seorang ikon musik Inggris yang memiliki reputasi internasional."
Lanjut sumber yang sama, secara ideal Martin akan dihadirkan bersama para personel lain Coldplay. "Coldplay merupakan rocker terbesar untuk tampil di stadion di Inggris dewasa ini dan gaya mereka berkait dengan musik kebangsaan akan sempurna untuk Olimpiade tersebut," masih kata sumber itu.
"Itu perlu menjadi sesuatu yang bersifat inspirasional," imbuhnya. "Diharapkan mereka akan tampil dalam upacara pembukaan tersebut, selain memproduksi rekaman lagu itu, yang bisa membantu penggalangan dana untuk kegiatan-kegiatan olahraga Inggris," kata sumber yang sama.
Saat ini belum jelas apakah Coldplay akan mencipta lagu itu di samping menyuguhkannya atau lagu tersebut akan dicipta oleh pencipta lagu lain.
Upacara pembukaan Olimpiade 2012 akan diselenggarakan pada 27 Juli tahun depan dan akan diarahkan oleh sutradara film Slumdog Millionaire, Danny Boyle. Para artis musik lain yang masuk daftar, antara lain, Joss Stone, Muse, vokalis grup Gorillaz, Damon Albarn.
kompas.com
Siapa yang tak kenal Justin Bieber sekarang, tapi di tahun 2007 ia hanya penyanyi amatir yang tak dikenal.


Pada sebuah foto yang dikatakan diambil Agustus 2007 yang dimuat UsWeekly, memperlihatkan Bieber saat belum tenar, di usia 13 tahun, memainkan gitar dan menyanyi sambil menunggu recehan dari orang-orang lewat di depan Avon Theathre di kampung halamannya, Stratford, Ontario, Kanada.
Foto ini diambil fotografer I. Shutter yang mengatakan pada UsWeekly memotretnya pada “20 Agustus 2007 jam 9 pagi” saat ia melihat “anak manis” main gitar sementara orang-orang melempar uang ke tas gitar di depannya.
Tapi, keasyikkan Bieber mengamen hari itu tak lama. “Manajer bioskop mengusirnya bahkan mengejar bocah itu,” cerita Shuter.
Bieber pernah mengatakan dari ngamen di depan bioskop itu ia bisa mengumpulkan AS$ 3 ribu. Sebuah videonya You Tube lalu mengantarnya jadi terkenal.
sumber
Cilla / Clara Priscilla

Clara Priscilla atau lebih dikenal Cilla penyanyi berusia 15 tahun asal Surabaya siap kalahkan Justin Bieber, dirinya mengikuti jejak Justin Bieber. Cilla pertama kali muncul dalam Youtube dengan "My Indonesia". Setelah 3 bulan berada di you tube, ternyata menarik minat Executive Producer dari Universal, Mark S. Berry yang memang tengah mencari penyanyi muda berbakat.
Mark pun tertarik dan langsung menghubungi keluarga Cilla untuk membicarakan kontrak kerja sama dengan Universal Amerika.
"Alasan utama adalah, talentanya ada. Dia juga pekerja keras, sesuatu yang bisa dibawa ke pasar internasional. Dia memiliki suatu hal yang dipercaya di Amerika Serikat," ungkap Mark S. Berry, Executive Producer Universal, yang ditemui saat jumpa pers Cilla Go International!, di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (09/12).
Cilla sendiri mengatakan telah diberi materi lagu hampir 300 buah. Namun, dari sekian banyak lagu, akhirnya Cilla memilih 6 lagu berbahasa Inggris. Sisanya Cilla menciptakan sendiri 4 buah lagu yang juga berbahasa inggris.
"Mr mark menawarkan aku lagu sekitar 300 lagu, aku milih 6. Ada 10 lagu, 6 dari Mr. Mark dan 4 lagu dari bikinan aku sendiri. Semua lagu bahasa Inggris," kata Cilla.
Rencananya Cilla akan berangkat ke Amerika untuk penggarapan albumnya mulai Januari hingga Maret tahun depan. Proses mixing akan dilakukan di Kanada dan di amerika.
Adapun Mark telah merencanakan program promosi dengan matang.
"Langkah pertamanya menyebarkan melalui jaringan radio, televisi, games. Melakukan kerjasama regional seperti ke universal Hongkong, Singapore, dll. Jika Justin Bieber manggung di Jakarta, sebaliknya, Cilla akan tour juga ke negara Justin Bieber," pungkas Mark.


from :infospesial.com
Clara Priscilla dan Mark S Berry

JAKARTA, Clara Priscilla, Impian bisa go international tak pernah terbayang oleh penyanyi pendatang baru Clara Priscilla (15) atau Cilla. Tapi, single-nya, "My Indonesia", yang dipasang di Youtube justru memberinya tuah.
Dara kelahiran Surabaya, 30 September 1995, ini dipinang oleh Interscope Records-Universal Music/Attack Media Group, yang bermarkas di Toronto, Kanada. Label musik internasional tersebut akan memproduksi dan merilis album internasional Cilla.
"Jujur aku merasa dianugerahi, karena tak semua orang mendapat kesempatan seperti ini," kata Cilla ketika diwawancara di Jakarta, Kamis (9/12/2010), dalam acara penandatanganan kerja sama antara dirinya dengan label itu, yang diwakili oleh produser musik sekaligus produser eksekutif label tersebut, Mark S Berry.
Mark, yang datang langsung dari AS, mengaku kepincut oleh suara dan sosok Cilla setelah melihat tautan klip video Cilla yang dikirim oleh seorang temannya. "Kebetulan kami memang mencari talenta-talenta baru. Dari sekian materi lagu yang diseleksi, saya tertarik saat dia menyanyikan single 'My Indonesia' di Youtube. Saya pikir, dia punya talenta, pekerja keras, dan bakal jadi fenomena seperti halnya Justin Bieber," papar Berry.
Setelah kontrak ditekennya, babak baru akan dijalani oleh putri semata wayang pasangan John dan Jessica Kartika ini. Berry mengaku pihaknya telah menyerahkan kira-kira 300 lagu untuk dipilih oleh Cilla. "Dari jumlah itu, enam lagu yang dipilih. Empat lagu akan dibuat dia (Cilla) sendiri. Semuanya akan ada 10 lagu dan ditulis dalam bahasa Inggris," jelas Berry.
Meski lagu-lagu sudah ada, Cilla enggan mengutarakan lebih jauh soal albumnya. "Rahasia dong. Yang jelas, salah satu lagunya berjudul 'Jealous'," ujarnya.
Sadar kehadirannya di pentas internasional akan membawa nama Indonesia, Cilla mengaku akan memberi yang terbaik. Katanya, ia tak hanya akan mengasah kemampuannya berolah vokal, tapi juga membangun citra yang baik sebagai sosok yang dibesarkan dengan budaya timur.
"Saya enggak mau cuma show off , hanya sekadar penampilan. Lagian, saya kan juga masih remaja. Kalaupun show off, saya mau menunjukkan lewat pencitraan dan karakter yang positif sebagai orang Indonesia," ucapnya. "Kesempatan ini juga memberi tantangan untuk berlatih keras. Kalau kemarin latihannya setiap hari satu jam, sekarang minimal tiga jam," ucapnya lagi.
Rencananya, album Cilla itu akan dirilis awal tahun depan. "Kami  jadwalkan albumnya akan dirilis awal kuartal pertama tahun depan di kawasan Amerika Serikat dan Kanada," terang Berry,
KOMPAS.com
Justin Bieber
LOS ANGELES, Pada pengujung akhir tahun 2010, Google Inc—pemilik situs video YouTube—merilis deretan video musik yang paling banyak ditonton warga sejagat. "Baby", video musik milik bocah fenomenal Justin Bieber, menjadi video yang paling banyak ditonton orang di situs YouTube. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai angka 480 juta penonton.
Sejak namanya melejit lewat situs video tersebut, Bieber benar-benar telah menjadi bintang. Ia disebut-sebut sebagai anak ajaib. Dukungan vokal yang lumayan menggoda, sarana teknologi yang tak terbatas, plus keberuntungan, menggiring Bieber meraih kepopulerannya.
Bukan hanya "Baby", tiga video musik miliknya, "Never Say Never", "Never Let You Go", dan "Somebody to Love", yang berkolaborasi dengan Usher, masuk dalam deretan sepuluh besar video musik yang paling banyak ditonton.
Di urutan kedua video musik yang paling ditonton adalah "Waka Waka (This Time for Africa)" milik Shakira. Lagu yang dipersembahkan untuk memeriahkan Piala Dunia 2010 itu menjadi video satu-satunya milik Shakira yang nongol di sepuluh terbesar.
Dua video musik milik Eminem, "Love the Way You Lie" dan "Not Afraid", berada di posisi ketiga dan keempat, diikuti video musik "Rude Boy" milik Rihanna, yang menutup posisi lima besar.
Penyanyi Lady Gaga juga menjadi sosok yang paling diminati. Dua lagunya, "Alejandro" dan "Telephone", juga masuk dalam deretan sepuluh besar. "Telephone" berada di posisi kesepuluh, sementara "Alejandro" menempati posisi kedelapan video paling banyak ditonton.
Berikut daftar lengkapnya:
1. Justin Bieber's "Baby" - 480 juta penonton 2. Shakira's "Waka Waka (This Time for Africa)" - 257 juta 3. Eminem's "Love the Way You Lie" - 234 juta  4. Eminem's "Not Afraid" - 166 juta  5. Rihanna's "Rude Boy" - 119 juta 6. Justin Bieber's "Never Say Never" - 120 juta 7. Justin Bieber's "Never Let You Go" - 109 juta 8. Lady GaGa's "Alejandro" - 108 juta 9. Justin Bieber's "Somebody to Love (Remix)" ft. Usher - 105 juta 10. Lady GaGa and Beyonce Knowles' "Telephone" - 96 juta

Kompas.com
Meeghan Henry Tirtasaputra
Meeghan Henry Tirtasaputra, Bernyanyi adalah hobinya sejak duduk di sekolah dasar. Meeghan Henry Tirtasaputra, gadis cantik kelahiran Jakarta 15 tahun silam, mulai belajar menyanyi di Vocal Power Academy di Los Angeles, California, Amerika Serikat, sejak usia 7 tahun.
Supaya penampilannya lebih pede, ia dimasukkan ke John Robert Power, sebuah lembaga pendidikan yang mengajarkan kepribadian. Di sana, bakat akting, dance, dan runway walk perempuan yang sembilan tahun lalu mengikuti orang tuanya menetap di Los Angeles itu mulai terasah.
Berbekal bakatnya, Meeghan mengikuti beragam kompetisi, seperti model, cheerleader, dan tentu saja menyanyi. Hasilnya ia menyabet tujuh penghargaan dalam dua tahun. Ia lalu memilih musik untuk masa depannya. "Saya merasa bisa menyalurkan isi hati," katanya kepada Tempo melalui surat elektronik yang disampaikan lewat agen public relations-nya di Jakarta.
Tamat SD, Meeghan melanjutkan sekolah bidang seni di Milikan Middle School of Performing Arts. Bakat menyanyi Meeghan makin mumpuni karena banyak diminta menyanyi di acara sekolah dan kegiatan di kota tempat tinggalnya. Ia terpilih menyanyi pada upacara pengambilan sumpah Dewan Pendidikan Los Angeles.
Orang tuanya, Djie Sing Tjwan dan Christina Endang Pratiknjo, memilih sekolah menengah atas yang mendukung bakat putrinya. Meeghan masuk jurusan vokal di Los Angeles High School of Art. Sekolah ini banyak mencetak penyanyi terkenal, seperti Josh Groban dan Fergie dari Black Eye Peas.
Tahun lalu, saat berlatih di salah satu studio di California, Meeghan bertemu dengan Ronnie King, produser musik yang kerap bekerja sama dengan musisi top dunia, seperti Mariah Carey, Tupac Shakur, dan Snoop Dogg. King mengagumi suara dan kemampuan Meeghan menulis dan mengaransemen lagu. Akhir tahun lalu, Meeghan dikontrak King lewat label Wright Records. Meeghan mengambil jalur musik pop dengan sentuhan R&B dan hip-hop.
Pada 20 Februari lalu, setelah melakukan rangkaian lima konser awal di berbagai tempat, Meeghan menuntaskannya dengan konser gemilang di Saban Theatre, Beverly Hills, California, bersama musisi Amerika kenamaan, Colby O. Donis. Lagu-lagu Meeghan menyasar kaum remaja Amerika Serikat, meski ia pernah menyanyikan lagu bertajuk anak kecil, seperti Spooky dan Best Friends Forever. Dalam albumnya, Meeghan tak mengikutkan lagu-lagu bertema anak kecil dan Disney. "Saya tidak mau masuk ke situ," ujarnya.
Beberapa lagu dalam album perdana Meeghan di antaranya In the Moment, I Wanna Say Yes, dan Make You Mine. Lagu-lagu tersebut menggambarkan hasrat dunia anak muda yang penuh warna, dinamis, dan ceria. Dari 12 lagu yang masuk rekaman, 10 lagu diciptakan sendiri. Inspirasi Meeghan berasal dari pengalaman pribadi, keluarga, teman, maupun imajinasinya. "Saya puas dengan lagu-lagu ciptaan saya sendiri," katanya.
Meski masih belia, Meeghan tak dilarang berkarier secara profesional. Ia mengatakan di Negeri Abang Sam tak ada larangan untuk berkarier bagi anak seusianya. "Kecuali kalau masuk Disney dan Nickelodeon."
Meeghan cepat dikenal karena rambutnya yang hitam dan panjang hingga sepinggang. Itu berbeda dengan gaya rambut selebritas Amerika. "Kalau sama seperti yang lain, tidak banyak peminat," ia beralasan. Meeghan sengaja merawat rambutnya sejak kecil. "Saya orang Indonesia tidak mau seperti selebritas Amerika."
Apa kunci sukses Meeghan? Ia mengutip pepatah lama: kegagalan bukan akhir, melainkan awal keberhasilan. "Sayang, banyak orang yang menyerah ketika gagal," tuturnya. Jika sebuah usaha dilakukan ajek dan terfokus, Meeghan yakin keberhasilan akan segera direngkuh.
Ia mengakui kesibukan di dunia tarik suara mengganggu pelajaran sekolah. Karena itu, Meeghan kerap membawa tugas sekolahnya saat rekaman, yang bisa menghabiskan waktu beberapa hari. Namun ia tetap menikmati sekolah dan kariernya itu. "Saya belum berpikir mau homeschool," ujarnya.
Di saat senggang, Meeghan mengisi waktu dengan mengarang lagu dan bermain piano. Ia juga suka mengarang cerita, yang sudah dikerjakan sampai 100 halaman.
Tinggal di negeri orang tentu kerap membikin kangen pada negeri sendiri. Tiga tahun terakhir, Meeghan kerap berkunjung ke Indonesia. "Banyak keluarga di sini," ia berucap. Selain itu, ia suka kangen makanan Indonesia. Meeghan mengacungkan jempol untuk makanan negerinya ini. Nafsu makannya tak bisa dibendung ketika melihat sate dan bakmi. 
Nama lengkap: Meeghan Henry Tirtasaputra
Panggilan: Meeghan
Lahir: Jakarta, 7 Januari 1995
Orang tua: Djie Sing Tjwan dan Christina Endang Pratiknjo
Pendidikan: Los Angeles High School of Art grade X (kelas I)
Lagu
1. In the Moment
2. I Wanna Say Yes, duet dengan Gavin Jay
3. Make You Mine, duet dengan Clinton Gunnel
4. Fallin' for You
5. It's Over
6. It's Time (masih dalam proses rekaman dan direncanakan berduet dengan Jeff Timmons dari 98 Degree
7. Boom-boom-boom

Penghargaan
1. Juara II Child Model of the Year, 2002
2. Hawaiian Tropic Best Child Model 2003
3. Cheerleader of the Year, 2003
4. Little Miss San Dimas, 2004
5. Juara II Youth Vocal Soloist City of Covina, 2004
6. Academic Achievement Awards on Elementary Graduation
7. Juara I Teen Talent Show Winner, City of San Dimas, 2006
8. Perwakilan murid SMP pada upacara pengambilan sumpah Dewan Pendidikan Los Angeles 


sumber : korantempo.com / Youtube
Dalam upayanya menjadi entertainer di industri hiburan, Meeghan Henry Tirtasaputra percaya bahwa tak ada mimpi yang mustahil jika kita mau berusaha. Alhasil, remaja asal Indonesia ini menembus bursa musik di Hollywood, Amerika Serikat.
Meskipun penjualan album Meeghan hanya lewat iTunes dan menggandeng label independen Wright Records Inc., namun single debutnya yang berjudul When I`m 18 yang merupakan lagu ciptaannya sendiri mendapatkan perhatian di Hollywood. Dengan video klip debut single-nya itu, Meeghan masuk nominasi di Hollywood Music Media Awards dalam kategori The Best Music Video 2010.
Klip lagu Meeghan dinilai kreatif dan terintegritas secara visual dalam sebuah karya video. Disutradarai oleh Li Lu dan diproduksi oleh Hugh Hung, dua lulusan University of Southern California, pengambilan gambar “When I’m 18″ berhasil mengajak penonton ke dalam imajinasi seorang gadis remaja (Meeghan) yang bersemangat, memiliki mimpi, namun tetap trendi dan menyenangkan.
Sejak Meeghan merilis “When I’am 18″di akhir bulan Juli, lagu itu telah tersedia dalam versi rock dan pop melalui iTunes (http://itunes.apple.com/us/artist/meeghan-henry/ id367070414). Meeghan juga telah merilis single lain berjudul “Fallin’ for You,” diproduksi oleh CMINOR (Timotius Zimnoch) dan telah diposting di iTunes dalam versi bahasa Inggris pada tanggal 15 September lalu. Rencananya versi bahasa Indonesia “Fallin’ for You” (“Jatuh Cinta“) akan tersedia di iTunes.
Berita terbaru, Meeghan Henry terpilih sebagai nominasi dalam dua ajang musik sekaligus, Independent Music Network (IMN) Awards dan New Music Awards. Ia berhasil meraup nominasi dalam Independent Music Network Awards untuk tiga kategori utama, yakni pendatang baru terbaik, video terfavorit (single “When I’m 18”) dan artis terbaik.
“Untuk seorang gadis muda seperti Meeghan Henry, cukup setahun bagi kami mengenali bakat dan prestasinya,“ ujar Gary Hendrix, pimpinan Independent Music Network Awards akhir November lalu.
Pada Januari 2011, pengumuman pemenang Independent Music Network Awards akan dilakukan. “Tentu ini sebuah kejutan bagi saya, dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya,” ujar Meeghan. “Saya sangat senang IMN memberikan apresiasi ini kepada saya.”
Selain meraih nominasi dalam Independent Music Network Awards, penyanyi kelahiran Indonesia ini juga menjadi nominee “The 40 Breakthrough Artist of the Year” dalam ajang penghargaan New Music Awards yang diadakan oleh majalah mingguan New Music LA.
Dua lagu Meeghan, “When I’m 18” dan “Fallin ‘For You,” tercatat dalam tracklist NMW pada tahun 2010. Bahkan single “Fallin ‘For You,” telah mengudara secara nasional di Amerika dan bertengger pada posisi 52 dalam “100 Hot New Music Weekly Chart Video.”  Kekuatan dua lagu ciptaan Meeghan itu yang membuatnya dinominasikan sebagai “The 40 Breakthrough Artist of the Year”.
Meeghan pun menuturkan ketidaksabarannya menanti pengumuman pemenang pada Januari nanti, “Saya bahagia dan merasa terhormat menjadi nominasi New Music Awards, saya ingin berterima kasih kepada New Music Weekly, radio dan semua penggemar saya.”

Sumber: Liputan6.com
Jakarta - Kelompok Remarkable Current asal Amerika Serikat yang beraliran hip hop ditunjuk sebagai duta musik Muslim Amerika Serikat melalui program "Performance Art Initiative" yang diadakan Selasa (21/9/2010) di Jakarta.
Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel sempat memberikan sambutan kepada para tamu undangan sekaligus membuka acara konser mini di halaman rumahnya dan ikut menikmati musik hingga terbawa suasana meriah yang berlangsung malam itu.
Acara dimulai dengan pertunjukan musik oleh Remarkable Current dan dihadiri beberapa perwakilan dari kalangan Muslim Indonesia, peserta yang diundang melalui situs Facebook, serta sejumlah artis yang dianggap mewakili suara kaum muda.
"Kami mengundang perwakilan-perwakilan kelompok Islam Indonesia dan anak-anak muda karena memang acaranya lebih cocok untuk anak muda," kata seorang pejabat kultural senior Kedubes AS.
Kelompok yang beranggotakan dua penyanyi rap hip hop, Tyson dan Kumasi, seorang DJ Arnas Canon, dan drummer Erik Rico itu akan melangsungkan tur di kota-kota besar di Indonesia atas undangan Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Dengan inspirasi dari program Departemen Luar Negeri AS untuk mengirim utusan musik dengan diplomasi jazz melalui diplomasi kebudayaannya, Remarkable Current membawa lirik-lirik hip hop yang penuh arti dan makna.
Mereka bertujuan menyuarakan kepada komunitas global bahwa Amerika dan Islam bukan sesuatu yang eksklusif dan turut berperan serta membantu tanggung jawab Presiden Amerika dalam menghilangkan sterotipe negatif tentang Islam di mana pun berada, seperti ditulis rilis Kedubes Amerika.
Seperti halnya Dizzy Gillespie dan Louis Amstrong yang menjadi Duta Jazz pada abad ke-20, Remarkable Current menjadi Duta Hip Hop abad ke-21 dengan misi membangun pemahaman dan kepedulian akan keragaman Amerika melalui musik yang juga bersahabat dengan anak muda masa kini.
Keberadaan Duta Hip Hop Muslim Amerika ini dipandang sangat penting dalam membantu proses hubungan dengan negara-negara mayoritas Muslim di tengah "era baru" Amerika Serikat dalam hubungan internasionalnya, seperti ditulis dalam rilis media dari pihak Kedubes.
Perjalanan Remarkable Current dimulai pada tahun 2001 ketika sekelompok pertemanan di lingkungan tempat tinggal tumbuh menyatukan tujuan untuk secara kreatif membentuk identitas kaum Muslim Amerika dan berbagi dengan masyarakat dunia.
Remarkable Current yang didirikan dan dipimpin Anas Canon telah melakukan tur ke seluruh penjuru dunia, mulai dari Amerika, Eropa, Afrika, hingga Timur Tengah.
Canon, yang belum lama ini masuk ke dalam edisi pertama 500 Muslim paling berpengaruh dalam sebuah publikasi The Prince Alwaleed bin Talaal Center for Muslim-Christian Understanding dari Georgetown University, telah bekerja sama dengan ratusan artis berbakat dan merilis lebih dari sepuluh album.
Gaya musik Remarkable Current mencerminkan latar belakang artis yang sangat beragam, tetapi fokus musiknya adalah perkotaan yang dipengaruhi aliran rock, jazz, dan musik tradisional di dunia.
Kelompok pemusik ini dijadwalkan akan melakukan serangkaian konsernya di Jakarta (22-24 September), Padang (25-26 September), Medan (26-28 September), dan Surabaya (29-30 September).
Penampilan mereka di Surabaya akan menjadi lebih menarik karena direncanakan kelompok hip hop tersebut akan berkolaborasi dengan salah satu kelompok pengusung aliran hip hop Tanah Air, Saykoji.
Remarkable Current juga terpesona dengan keramahan warga Indonesia yang menyambut kedatangan mereka dan merasa banyak kesamaan antara Muslim Indonesia dan Amerika.
"Kami ada di sini karena undangan Kedubes Amerika dan bermaksud menyampaikan pesan bahwa Islam diterima secara luas di Amerika walaupun masih sedikit warga di sana yang tahu tentang Islam secara komprehensif," demikian dikatakan Arnas.
kompas.com
www.thejeo.blogspot.com

Teguh Sukaryo, Seorang Pianist Tanah Air yang telah menciptakan berbagai Harmony -harmony indah dan telah di akui oleh Dunia lewat karya -karya instrument nya, dirinya telah menjadi pianis terbaik yang mengalahkan para pianis dari 26 negara a.l. Jerman, AS, Italia, Prancis, China, dan Jepang.Namun Sayang, sosok Teguh belum begitu akrab terdengar bagi kaum kaum awam di Indonesia,
Sukaryo mendapat pujian dari banyak negara karena menampilkan harmoni, emosi dan teknis sempurna. Sentuhan jarinya pernah membius pendengar di Belanda ketika dipancarluaskan lewat radio dan televisi.
Teguh Sukaryo belajar piano pada sejumlah suhu a.l. Jon Kimura Parker, Peter Takacs, Michael Gurt, dan Carmel Lutton. Dia juga sempat ditangani Byron Janis dan Einar-Steen Nokleberg.
Kemampuan peraih beasiswa Joseph and Ida Kirkland Mullen itu kini ditularkan pada beberapa pianis a.l. Paul Polivnick, Anton Krager, dan Frank Wickes. Selain itu dia aktif mengajar di Rice University Preparatory Program.
Sukaryo lulus dengan predikat BMus untuk Penampilan Piano dari Sekolah Musik Newcastle (NSW) Australia pada 1998. Dari tempat itu dia meraih penghargaan tertinggi untuk penampilannya.
Empat tahun lalu Sukaryo meraih gelar Beethoven Prize di ajang Grieg International Competition for Pianists di Oslo, Norwegia dan berhak atas beasiswa penuh ke sekolah musik top di AS, Oberlin Conservatory.
source : dari berbagai sumber

Berikut ulasan sekilas tentang sosok Teguh Sukaryo.
BIOGRAPHY OF TEGUH SUKARYO, Concert Pianist
(Versi Bahasa Indonesia)

Adalah kecintaan yang sejati terhadap musik, yang dipadukan dengan talenta, hasrat artistic, cita rasa, kejujuran dan kerendahan hati, yang telah membawa Teguh Sukaryo untuk tampil di berbagai negara, termasuk USA, Eropa dan Australia. Misinya adalah untuk menyentuh setiap hati dengan lembut dan rasa kepedulian, seperti yang diimpikannya: “Dunia yang harmonis, berlimpah kedamaian, cinta dan suka cita”. Sembari mengejar misi ini, berbagai media dan kritik turut memberi kesaksian perihal karya Teguh:

“Master pianist. Teguh Sukaryo gave phenomenal recital. He showed fabulous technique and sensibility. Great imagination..with temperament and visible passion.” Airplay Radio en IJssellandTV, Netherlands

“Tremendous personality. Wonderful imagination.” Byron Janis, legendary pianist

"Marvelous,...a gem,..an example of grand. Teguh has the fantasia and technique to reach to the Absolute Top" NoordHollands Dagblad

“Now captivating..now hypnotizing” Kompas, Indonesia

"Climactic craze. Electrifying and full of spirit" Koran Tempo

“An enchanting piano playing which travels through time and space…striking and very memorable” Arts Indonesia

“A Star. World class pianist.” Suara Merdeka

“World top 15” Bali Post

"World Master Pianist, Perfect Presentation of Combined Harmony and Emotion. Anesthetized music lovers. The sound he produced was a reminiscence of beautiful symphony" Kaltim Post


Teguh Sukaryo lulus S1 pada bidang Piano Performance dari Newcastle Conservatorium of Music, Australia. Disana dia mengambil Double Performance Strand dan selalu mendapat nilai tertinggi, yaitu High Distinction. Dikenal memiliki kemampuan artistry tinggi dan teknik yang handal, Teguh menperoleh beasiswa penuh dan berbagai penghargaan untuk melanjutkan seluruh studinya di USA, seperti di sekolah-sekolah terkemuka: Oberlin Conservatory, yang mana dia mendapat gelar Artist Diploma; Rice University/Shepherd School of Music, Master of Music; and Louisiana State University, tempat Teguh sedang menyelesaikan gelar Doktoralnya (DMA, Doctorate of Musical Arts). Tahun 1997, Teguh memperoleh Top Prize di Armidale Open Piano Competition, NSW, Australia; Tahun 2000, Chamber Music Scholarship and award di Sewanee Summer Music Festival, USA; Tahun 2005, “Beethoven Prize” di Grieg International Competition for Pianists, di Oslo.

Teguh Sukaryo belajar dengan pianist kenamaan dan guru besar di Amerika, Eropa dan Australia, antara lain Jon Kimura Parker, Peter Takacs, Michael Gurt, and Carmel Lutton. Teguh juga dilatih oleh pianist legendaris Byron Janis dan Einar Steen-Nokleberg. Selain dibidang piano, Teguh juga menekuni dunia conducting. Guru-gurunya antara lain Prof. Paul Polivnick, Prof. Anton Krager, dan Prof. Frank Wickes.

Bakat dan dedikasi Teguh dalam dunia pendidikan musik juga sangat kuat. Teguh sering memberi workshop dan masterclass di berbagai tempat, baik di dalam maupun luar negeri. Seorang Joseph and Ida Kirkland Mullen Fellow, Teguh telah mengajar di department Prepatory Program di Rice University, Houston, USA. Banyak murid-murid yang terinspirasi dan mendapat nilai tertinggi pada ujian akhir tahun mereka. Diantaranya berhasil lolos audisi masuk di konservatori-konservatori bergengsi di Amerika Serikat.

CD perdana Teguh yang berjudul “Teguh Sukaryo plays Mompou, Brahms, & Mussorgsky” tersedia di took-toko CD, dan mendapat sambutan hangat dari para pencinta music klasik di tanah air. Menyusul segera tahun ini 3 (tiga) CD baru Teguh yang berjudul “Scenes of Childhood”, “Burgmuller Op. 100” dan “Burgmuller op. 109” lengkap dengan partiturnya.

Teguh lahir dan besar di Purwokerto, Jawa Tengah. Dia mencintai Indonesia, baik budaya dan manusianya. Teguh juga sangat mencintai alam, seni, dan kemanusiaan. Dia suka bergaul dengan siapa saja dan dengan semua kalangan. Tahun 2010 Teguh mengadakan Nusantara Tour 2010 diberbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Purwokerto, Kupang, dll dalam rangka penyebaran musik klasik di tanah air tercinta Indonesia. Teguh Sukaryo adalah pencipta dan Artistic Director group Musik Klasik Indonesia di facebook. Group dengan lima ribu anggota yang merupakan group musik klasik yang paling aktif, edukatif dan informatif.



http://www.facebook.com/teguh.sukaryo
www.thejo.blogspot.com
Tampaknya The Upstairs yang saat ini digawangi Jimi Multhazam (vokal), Andre 'Kubil' Idris (gitar), Pandu Fathoni (bass dan synth), Krishna (keyboards dan synth) dan Beni Adhiantoro (drum) tak ingin berlama-lama untuk meluncurkan karya terbarunya sekaligus sebagai test case personel baru pengganti Alfi Chaniago yang keluar karena mendalami agama dan Dian Marayana yang menikah dan menekuni bisnisnya.
The Upstairs kembali meneror kita untuk berdisko darurat serta berdansa resah dengan single terbarunya yang di sebarkan gratis dan bisa di download di http://theupstairs3.tumblr.com/.
Single ini selain mencantumkan 1 lagu baru yang berjudul Menara Lara ada dua lagu daur ulang Rocketship Goes By dari Goodnight Electric dan satu lagu daerah Sumatera Barat yang populer di tahun 70-an berjudul Kampuang Nan Jauh Di Mato yang dulu juga sempat di populerkan oleh Chiquita Meidy di tahun 90-an.
Track Menara Lara membuka dan menyapa kita dengan beat-beat yang dance able. Dengan permainan synthesizer Krishna yang meruang dan mengisi di setiap celah lagu berpadu dengan petikan gitar Kubil membuat lagu ini tampak padat.
Kali ini tak ada suara latar cewek, dari Dian Marayana yang biasa kita dengar di lagu-lagu The Upstairs sebelumnya dan di ganti dengan suara latar cowok dari Beni dan Pandu, dan ternyata menarik untuk di dengar. Di bagian tengah lagu terdapat jeda musik yang hanya menampilkan solo synthesizer dan diimbuhi dengan solo bass dari Pandu serta penambahan clapping hand yang akan meningkatkan atmosfir energi apabila nanti di mainkan live.
Di track kedua The Upstairs mengkover lagu Rocketship Goes By dari band elektro pop asal Jakarta, Goodnight Electric. Dengan tanpa menghilangkan aransemen pop yang kental, lagu ini dimainkan lebih pelan dan lebih nge-pop dari aslinya yang sedikit bertempo cepat. Permainan synthesizer yang rapat memasuki seluruh celah lagu masih mendominasi.
Dengan bunyi-bunyian yang mengawang-awang memberikan penegasan lagu ini. Hook melodi yang catchy dan tak terlalu rumit menjadikan lagu ini mudah diingat dan disenandungkan. Aransemen musik di lagu ini sangat terasa penghayatannya hingga mudah menangkap makna lagu yang bertemakan patah hati ini. Satu lagi, vokal Jimi berbeda sekali dengan yang biasa kita dengar dan hampir menyerupai dengan penyanyi aslinya Henry Foundation.
Apa jadinya bila lagu daerah seperti Kampuang Nan Jauh Di Mato yang dinyanyikan Oslan Hussein di tahun 70-an di remix dengan musik disco new wave tahun 80an. Dengan nuansa psychedelic dan ruang angkasa yang diperoleh dari bunyi-bunyian synthesizer yang mengisi lagu ini.
Tampak kekuatan 3 single ini berada di permainan synthesizer Krishna yang ciamik dan sangat klop ketika berpadu dengan instrumen lain hingga menjalin chemistry untuk menghasilkan karya yang bagus. Melekat di benak kita ketika mendengar lagu yang dulu dipopulerkan oleh Chiquita Meidy yang dinyanyikan dengan nada ceria menjadi sedikit agak aneh ketika dipoles oleh The Upstairs.
Secara keseluruhan single ini mampu mempresentasikan seperti apa nanti aransemen musik mereka di album terbarunya yang harus kita nanti dan miliki.

Tracklist:
1. Menara Lara
2. Rocketship Goes By (Goodnight Electric Cover)
3. Kampuang Nan Jauh Di Mato
KapanLagi.com - Oleh: Fajar Adhityo

www.thejeo.blogspot.com
JAKARTA,Duo musik yang terdiri dari istri dan suami Endah N Rhesa telah siap untuk segera meluncurkan album kedua mereka, Look What We've Found. Endah menjanjikan, dalam album kedua itu mereka akan menyajikan lagu-lagu dengan musik bernuansa Afrika dan Karibia.

"Album kedua ini terinspirasi dari daerah pantai dan hutan dan lagu-lagunya bernuansa Afrika dan Karibia,"  terang Endah.

"Tuimbe", single pertama dari album tersebut, direncanakan akan keluar bersamaan dengan rilis album kedua mereka pada 26 September 2010. "(Klip video) single pertama sudah jadi, tinggal disebar aja. Tapi, nanti kita baru lihat kalau CD-nya juga sudah dirilis," sambung Endah.

Diakui oleh Rhesa, dalam album kedua itu mereka masih akan menyuguhkan lagu-lagu berbahasa Inggris. "Bukannya enggak cinta Indonesia, tapi kami memang sudah mengonsep dari awal, tiga album pertama kami merupakan trilogi. Tapi, sekarang kami lagi garap musik untuk film yang disutradarai oleh Eugene Panji dan itu semua berbahasa Indonesia kok," jelasnya.

Endah N Rhesa juga mengatakan bahwa konsep Afrika dan Karibia untuk album tersebut berasal dari pemikiran mereka berdua. Mereka kerap mendengarkan musik-musik yang bernuansa Afrika, seperti musik milik Richard Bona, ketika mengerjakan album itu.
KOMPAS.com
www.thejeo.blogspot.com

Semua juga tau kalo jadi musisi independen susah banget. Tapi sebenarnya kenapa sih susah??? Berbeda dengan di luar negeri orang bisa-bisa aja sukses jadi musisi independen? Kenapa di sini ngga bisa?
Mungkin bisa, tapi tingkat kesuksesannya yang berbeza hehe…. Tulisan ini sebenernya tidak akan memberikan solusi apapun sih, tapi coba merangkum apa masalah yang sebenernya terjadi, dan hopefully, suatu hari ada yang bisa memberikan solusinya.
Pertama, kenapa sih mesti Independen? Masalah utamanya adalah karena sebenernya terlalu banyak yang mau jadi musisi, dan ngga semuanya bisa disign di label besar. Masalah keduanya adalah masalah idealisme. Seperti yang kita ketahui, dunia musik mainstream Indonesia sekarang itu super monoton.
Di musik, semua band(atau penyanyi solo) CUMA nyanyiin lagu yang isinya cinta-cintaan melulu. Nadanya mendayu-dayu, udah pengen mati. Temanya kalo ga tuh cewe bikin tergila-gila, patah hati, atau apalah. Iya kan? Padahal kan sebenernya dunia musik ini luas sekali. Banyak banget yang bisa dieksplorasi di sini. Maka muncullah seniman-seniman yang ingin mengusung aliran berbeda. Di musik ada band-band semacam White Shoes and The Couples Company, Efek Rumah Kaca, santamonika, Ballads of the Cliche, Endah n Rhesa.
Nah, kenapa seniman-seniman ini ngga bisa muncul ke permukaan? Ya tentu karena ngga ada major label yang mendukung mereka dong. Semua ini tentang uang gitu. Cuma ‘pemain-pemain’ besar yang bisa mendukung untuk melakukan promosi yang sinting. Tapi kemudian band band seperti White Shoes dan Efek Rumah Kaca membuktikan bahwa mereka punya penggemar. Bahkan musik White Shoes bisa diterima di amerika. Tapi kenapa tetep independen?
Kemungkinan para produser adalah sumber utamanya. Para produser ini sudah punya pakem tersendiri untuk membuat sebuah band yang sukses. Jadi intinya, kalo mereka liat band baru, yang mereka liat bukan ‘wah, ni band keren. harus lebih banyak yang tau’, melainkan ‘wah, potensial jadi sumber duit baru ni’ hehe….
Apakah pikiran kayak gitu salah? Ya ngga sih. secara harus hidup gitu loh, gimana juga. Tapi hal semacam ini sangat merugikan bagi band-band yang punya idealisme. Antara musik mereka dianggap tidak menjual, atau musik mereka bisa menjual ASALKAN mereka mau musiknya diutak atik. Nah, masalah diutak atik ini berat. Seorang seniman kan bikin karya ada alesannya. Ada sesuatu yang personal di sana. Gimana rasanya kalo tiba-tiba seorang produser tiba-tiba dateng dan bilang “gw ga suka liriknya kayak gitu. ngga ngejual. ganti lah”.
Blum lagi masalah kebebasan berekspresi. Kemarin gua baru baca tulisan(omelan sih tepatnya) Mbak Endah Widiastuti di Facebook. Intinya ada seorang produser liat mereka main trus mereka minta Endah n Rhesa bawain lagu sendiri. Maka mereka bawakan lah lagu Living with Pirates. Trus si produser ini nanya “lagu sendirinya mana?”, mereka bilang “ini lagu kita sendiri”. Si produser ngomong lagi “lagu Indonesianya mana?”, mereka jawab “wah, untuk album ini kita ga bikin lagu bahasa indonesia”, lalu si produser bilang, “Oh ya? kalo gitu jualan aja di New York!”.
Hmm…pertama-tama ya pak (saya asumsikan saja si produser ini lelaki), kenapa harus di New York? kalo Endah n Rhesa mau jualan di Los Angeles boleh ngga? Atau di Minnesotta gitu? atau mungkin di London? atau di Fiji mungkin? Aah…ini adalah salah satu komentar paling idiotik yang pernah gua denger dari seorang produser.
Apa hubungannya bahasa yang dipakai dengan harus jualan dimana? Kalo gua bikin lagu bahasa Kituba apakah berarti gua cuma boleh jualan di Congo? Kalo gitu, harusnya Pak Gesang ngga boleh jualan Bengawan Solo di luar dong? Tapi buktinya? Bengawan Solo populer bgt di Jepang. See, di musik, bahasa itu bukan penghalang. Ngga penting sama sekali bahasa yang mereka pake apa. Bahasa itu cuma salah satu bentuk art mereka, suatu media yang mereka rasa cocok untuk menyampaikan apa yang mau mereka sampaikan. Masalahnya, ada hal-hal yang memang lebih bagus disampaikan dalam bahasa tertentu. Andaikata Endah n Rhesa bisa bahasa Hindustani dan mereka ngerasa ada yg indah mereka sampaikan dengan bahasa tersebut, gua yakin mereka akan pake bahasa Hindustani.
Blum lagi masalah “pembajakan”. Yah, dari hasil ngobrol-ngobrol gua dengan seorang praktisi musik, ternyata pembajakan itu legal lho. Yap, kalo elo diproduseri oleh produser musik major, elo harus rela musik lo “dibajak”. Pembajakan ini yang sebenernya bikin para musisi dan produser itu kaya. Dalam beberapa hari aja udah bisa balik modal. Makanya terkadang elo akan denger sebuah interview di radio, dimana ada artis baru bikin album, trus dia dengan santainya bilang “..iya, bajakannya juga udah ada. kualitasnya bagus juga.” yah, itu karena dia menerima dengan sukarela hati musiknya dibajak. kok bisa sukarela hati? Kan hidupnya dijamin. Jadi yah peduli setan toh? Tapi beda dengan para musisi Indie ini. Musisi indie ini malah dengan sukarela meletakkan musik mereka di internet. Lho? dibajak sendiri dong? Ngga lah. Kalo menurut gua sih itu namanya preview. Dan ngga ada tuh namanya jadi CD bajakan trus keuntungannya buat para mafia musik.
Nah, hal-hal kayak gini sebenernya yang menghalangi para musisi independen kita untuk mencapai sukses yang lebih besar. Ngga ada support yang maksimal. Tapi sebenernya, kalo bicara tentang sukses, kita juga harus liat tujuan awal si musisi. Kalo dilihat dari idealismenya, gua rasa White Shoes sudah cukup sukses. Mereka bahkan sempet main di Amerika, di acara Amerika betulan, dan mereka dapat sambutan yang luar biasa. Bahkan dapet gelar best dress dari Vanity Fair (kalo ga salah). Band-band major indo? Yah..Dewa gitu pernah sih main di Amerika. TAPI…di depan orang-orang Indonesia. Jadi intinya sama aja kayak mereka main di Indonesia, bedanya ini di Amerika gitu. Jadi lebih besar mana achievementnya? Menurut gua sih lebih besar achievementnya White Shoes.
Tapi yah, jika kita melihat lagi hidup para musisi independen ini, kasian juga. Mereka punya musik yang bagus, dipuji di dalam dan luar negeri, tapi mereka blum bisa menyokong hidup mereka dari musik. Sebagian besar musisi ini punya kerjaan tetap. Kalo beruntung, kerjaan tetap mereka masih berhubungan dengan main musik (seperti halnya Endah n Rhesa yang tiap Rabu main jadi home band di Loca, Kemang). Tapi ada musisi2 lain yang harus menjalani 2 pekerjaan sekaligus. Padahal seharusnya mereka layak dapat penghargaan lebih untuk musik mereka. Sementara itu musisi major menikmati hidup mereka total dari musik. Band kayak Changcutters per personelnya bisa dapet 3 juta sekali manggung. Ngga gede-gede amat kan? Tapi mereka manggung 25 kali sebulan.
Jadi…apakah ini berarti musisi major itu salah? Ngga sih. Lagi-lagi, orang harus hidup gitu. Jadi yah, gimana pun caranya, asal ada jalan, mereka pasti akan jalanin. Tapi buat gw sih rasanya ngenes aja. Dimana sebenernya ada musisi-musisi yang bisa menjadi angin segar bagi blantika musik Indonesia, tapi lagi-lagi yang muncul ke permukaan hanyalah kopian dari band-band yang sudah ada dari dulu. Seperti kata Efek Rumah Kaca, “Lagu cinta melulu…kita memang benar-benar melayu…yu..yu…” [ sumber : jerryhadiprojo.wordpress.com ]
www.thejeo.blogspot.com




Industri musik indonesia saat ini bisa dibilang mengalami perkembangan yang bagus.
Sekarang, terbukti musik anak negeri sendiri lebih disukai daripada musik manca negara, ini juga ditandai dengan banyaknya band-band pendatang baru yang cukup memberikan alternatif nuansa musik yang heterogen dan juga perkembangan musik indie yang makin menjamur dengan kualitas yang bagus.
Terlepas dari berita perkembangan industri musik indonesia yang bagus diatas, namun apresiasi terhadap karya seni musik masih kurang baik dari pihak pemerintah, praktisi industri musik dan juga masyarakat.
Arus tekhnologi yang bergerak sangat cepat. Memungkinkan dan memudahkan transfer data antar file tanpa mengindahkan adanya larangan hak cipta dapat dengan mudah dilakukan dengan media-media seperti bluetooth, kabel data, dsb. Begitupun dengan download mp3 gratis, dapat dilakukan dari situs-situs yang menyediakan layanan untuk mendownload lagu mp3 secara gratis. Belum lagi CD bajakan dan MP3 secara bebas terjual di beberapa tempat.
Bayangkan saja, Suatu band yang baru launching albumnya 2-3 hari yang lalu, hari ini sudah bisa didapatkan mp3-nya satu album penuh.  Memang sudah menjadi sifat alamai manusia, selama ada sesuatu yang bisa didapatkan secara gratis, ngapain harus beli?
Lalu apakah artis atau band yang mempunyai hak cipta atas lagu-lagunya yang di download tersebut mendapatkan royalti dari situs-situs tersebut ? Bagaimana kita harus menyikapi tentang hal ini?
http://simphonymusic.com/opini/menyikapi-download-mp3-gratis-di-internet/
www.thejeo.blogspot.com

This page provides audio files where neuronal activity is "visualized" by creating music. The music is created from neuronal spikes recorded extracellularly in parietal cortex of awake and naturally-sleeping cats (taken from Destexhe et al., J Neurosci, 1999). 8 multiunit recordings were obtained with a system of 8 pairs of tungsten microelectrodes. Spikes were extracted using the BrainWave software. They were converted to MIDI, by associating each neuron to a given tone, and triggering the tone whennever this neuron fired. The MIDI files were then converted to MP3 using freeware programs. The music scores were generated by importing the MIDI files into the "Guitar Pro 5" program.
The "melody" produced by neuronal spikes gives an idea about the distributed firing activity of those neurons. MP3 files were generated for 4 cases: when the animal was awake (Wake-Neurons), during slow-wave sleep ("Sleeping-Neurons") or during REM sleep (REM-Neurons), where most dreams occur. The file "Poisson-Wake" is a randomly-generated stream of notes with the same statistics as for "Wake". Interestingly, the firing of one isolated neuron during wakefulness is undistinguishable from that of random (Poisson) activity (compare the audio file generated by one neuron during Wakefulness with that generated by a Poisson spike train with same statistics). However, the distributed activity (ie, the "melody") of several neurons is clearly different (listen to the difference between Wake Neurons with its Poisson equivalent, Poisson Wake - see below). This suggests that what makes our brains non-random is not in the firing pattern of individual cells, but it lies in the respective timing of the firing activity of different neurons...
The different audio files available are:
(in all audio files, the time base is four times slower than real time; all recordings are from the same experiment)
These files (and more files at different audio formats) are also available at the Internet Archive, under a page called Neuronal Tones.
Just for fun, see also the music scores for Wake Neurons, Poisson Wake, Sleeping Neurons, REM Neurons.
In the cases shown here, the simplest translation from spikes to music was used, namely each neuron produces its own note, at the moment it fires. It is possible to use more sophisticate ways of translating spikes to music, such as for example using more complex rules of harmonics and associate predefined phrases or chords with given patterns of neuronal activity. Work in this direction is currently under way.
http://cns.iaf.cnrs-gif.fr/alain_music.html
www.thejeo.blogspot.com

Tidak jarang lagi pengetahuan mengenai musik yang memengaruhi jiwa maupun kelakukan pendengar. Bahkan dapat memengaruhi pola pikir seseorang bahkan tak jarang mencerminkan identitas seseorang. Misalkan saja orang yang suka mendengarkan lagu rock atau rocker memiliki penampilan yang agak ‘keras’ (saya nggak tau mengungkapkannya bagaimana, tapi saya kira anda sudah bisa membayangkannya =p ) dan memiliki sifat yang agak meledak2, sangat dekat dengan teman2 dekatnya, heboh, dan suka bergerombol (persis kaya band rock), atau penggemar lagu pop akan lebih berjiwa gaul agak mirip dengan yang penggemar R&B, penggemar klasik akan berjiwa sangat rapi dan cenderung konservatif. Yang doyan lagu jazz cenderung agak sedikit konservatif dan agak perfeksionis hingga easy going dan berwawasan luas. Tak bisa dipungkiri penggemar lagu religi memang akan membawa ciri-ciri sendiri dalam pertumbuhan rohani seseorang.
Seringkali pemilihan musik yang kita cenderung dengarkan menunjukkan sebenarnya siapa kita seperti yang saya sudah singgung sebelumnya diatas. Istilahnya “we are what we listen”. Namun, seringkali karakter ini tersembunyi oleh pembawaan orang tersebut. Seperti, tidak disangka-sangka orang selembut dan se’bocah’ dia (temen saya nih… hehehhe) suka denger lagu yang ‘keras-keras’. Atau seseorang yang cenderung ceplas ceplos dan cerewet (kayanya suka lagu rap ya? Hehehhe) malah suka lagu “my heart will go on and on………” atau “right here waiting for you”. Namun, jika anda lebih memahami sifar dibalik kesukaan akan selera musiknya, pasti anda memahami jiwa orang tersebut lebih dekat ke musik yang sering didengar.
Itu sedikit dari musik yang bisa menunjukkan siapa kita secara umum. Pengaruh musik sendiri sangat perlu kita perhatikan. Yang harus kita tinjau pertama kali adalah

1. Lirik. 
Jika liriknya bagus (misalnya lagu religious atau lagu penyemangat) maka secara langsung pesan dalam lagu itu akan tersampaikan seolah mendorong kita untuk memikirkan sesuatu yang baik (pesan bawah sadar). Jika lirik yang buruk (seringkali ada lirik yang porno, sodara!! Atau mengandung kekerasan, atau kepesimisan) pasti juga akan memengaruhi pesan di otak kita. Lebih lagi jika lirik diulang-ulang akan mengirimkan pengulangan pesan yang lebih tertanam pada otak kita.
2. Irama
Irama teratur dan itu2 saja akan akan membatasi pola pikir kita. Lain halnya jika lagu tersebut mempunyai dinamika iraman yang berbeda-beda dalam 1 lagu seperti dalam lagu klasik. Kebanyakan, faktor ini lah yang ikut memengaruhi kepintaran seseorang.
3. Musik/alat musik
Bunyi alat musik memengaruhi karakter musik. Alat petik khususnya kecapi dapat menenangkan seseorang. Dahulu, kecapi digunakan sebagai penghilang stress dan pengusir kejahatan dalam diri seseorang. Alat musik drum seringkali menjadi pemicu untuk menjelaskan dan meningkatkan beat musik yang secara langsung memegaruhi detak jantung pendengar. Itu sebabnya rocker lebih heboh dibandingkan dengan lagu klasik.
Penelitian sudah dilakukan untuk melihat pengaruh musik dalam kehidupan makhluk hidup. Penelitian yang pernah dilakukan (saya lupa siapa yang meneliti, maaf ya. Saya bacanya di buku sih. Bukunya dipinjam teman dan tak kunjung kembali) adalah 3 tanaman yang masing-masing diperdengarkan jenis musik yang berbeda. Tanaman 1: tidak diperdengarkan musik apapun, tanaman 2: lagu rock, tanaman 3 : lagu klasik. Hasilnya? Tanaman 1 bertumbuh normal, tanaman 2 kering, tanaman 3 : tumbuh lebih cepat dibanding tanaman 1. Hal yang sama juga diiujikan dengan produksi susu pada sapi. Tentu saja sapi yang mendengarkan lagu klasik lebih produktif dibanding susu yang mendengarkan lagu rock (stress kali ya).
Tidak jarang juga di Amerika sana anak muda mendengarkan lagu rock yang menghentak-hentak melebihi ambang batas pendengaran menjadi histeris dan terhipnotis. Jika anda mempunyai konser dvd marylin manson atau ozzie osborne mungkin anda mengerti. Tidak jarang rocker mempromosikan pornografi diatas panggung (siapa ya, saya lupa deh) yang membuat para wanita berteriak histeris, tentu saja liriknya juga. Lalu…. kekerasan! Tentu saja, coba baca beberapa syair lagu iron maiden atau manowar yang tertentu, anda pasti percaya. Teruuuuussss, penghujatan terhadap Maha Kuasa (kebanyakan penyanyi yang nggak terkenal dan orang yang gila metal yang tahu). Terus….hal-hal mistis seperti pembawa lagu gothic (sonata artica, avantasia,nightwish, dkk). Tidak jarang saya (sebagai pengoleksi lagu jenis apapun) merasa “creepy” kalau mendengarkan lagu2 gothic walaupun kebanyakan suara soprannya sangat indah.
Lain dengan lagu klasik, selama yang saya ketahui, efek yang baik yang ditimbulkan dari genre musik tersebut (tapi heran kuping saya ga terlalu biasa dengerin lagu klasik dalam jangka waktu yang lama) dan bukunya sudah banyak. Kalau musik alay saya belum tau penelitian dan pengalaman lebih lanjutnya. Hehehhehehehhe……. semoga pendengarnya tidak ikut jadi alay.
oleh : Ayuko Sinaga
http://lifestyle.kompasiana.com/group/hobi/2010/05/31/musik-pengaruh-dan-cerminan-terhadap-jiwa-pendengar-apa-musikmu/
www.thejeo.blogspot.com
 

Saat emosi, atau menghadapi persoalan, manusia kerapkali mengambil reaksi yang salah pada persoalan yang terjadi, keadaan yang berlaku jadi tak terkendali diluar pikiran jernih.Dalam keadaan marah dengan pacar anda, anda keluar dari mall untuk mencari parkir motor, anda bingung dalam pencarian motor anda. Alhasil anda akan terlihat seperti orang bodoh yang terlihat seperti kehilangan motor anda sendiri. Saat-saat tersebut membuat kita kehilangan kendali atas diri dan mengkondisikan diri diluar akal sehat pemikiran kita.
Teori The Secret mengatakan, partikel-partikel di tubuh ini disusun oleh energy- energy yang bermacam-macam, yakni, energi positif dan negatif. Pengaplikasian elemen energy positif akan menghasilkan hasil yang positif, yang juga sebaliknya. Maka tidak jarang saat kita marah atau berada dalam persoalan, nafas kita tersendat-sendat. Hal ini merupakan contoh kecil dari efek energy negatif.
Dari pandangan diatas, alangkah baiknya, menghadapi persoalan yang ada dengan kepala dingin, yang kalau diperlukan, ambillah nafas panjang dan buang perlahan-lahan. Cara ini biasa digunakan sebagian banyak orang untuk mengatasi perasaan skeptis yang ada.
Cara ampuh yang bisa kita gunakan untuk meminimalisir pikiran negatif yakni dengan mendengarkan musik. Musik dapat mempengaruhi motorik psikologis, mental, dan emosi. Di zaman Turki kuno, yakni dinasti Ottoman, musik dipakai sebagai therapy yang ampuh yang bisa melahirkan mood dan mental yang baik disetiap kesempatan, Raja-raja Ottoman menggunakan musik sebagai theraphy bagi mereka, bahkan rumah sakit-rumah sakit di Turki kala itu menggunakan musik sebagai medium penyembuh.
Mainkan musikmu, apapun dibalik pikiranmu, mainkan Genre musik yang kau sukai, Lets Play dude!!!Dibalik semua itu ada hal yang lebih harus kita utamakan, yakni bersembah sujud untuk Sang Esa dimana kekuatanNYa paling besar untuk penciptaan dan prosesnya untuk penyembuhan diri. (Rian)
oleh : Roka
http://kesehatan.kompasiana.com/group/alternatif/2010/08/13/mediasi-medis-lewat-musik/
www.thejeo.blogspot.com
Saat ini, musik sudah menjadi sebuah industri, berbicara tentang industri, tentunya berbicara tentang bisnis dan bisnis adalah uang.
Seorang artis/band dapat cepat populer dan sukses karena strategi promosinya yang bagus. Bagaimanapun, artis/band yang mempunyai kualitas bagus namun kurang dari sisi promosi, akan tersisih oleh band/artis yang bagus secara promosi dalam persaingan di industri musik ini. Dan hanya band/artis yang bagus strategi dan promosinya yang akan tegak berdiri di puncak popularitas.
Yang menjadi pertanyaan, apakah kesuksesan sebuah band/artis tersebut di iringi oleh kualitas musikalitas yang bagus ? belum tentu. Sekarang banyak band/artis yang sukses secara komersial, namun musikalitas mereka sangat standar.
Apakah hal tersebut harus dipertanyakan? tentu saja, karena band/artis yang sukses adalah cerminan dari industri musik itu sendiri. Musik indonesia (dalam hal ini), selalu mendapat perhatian penting di mata dunia karena indonesia terkenal menyimpan potensi-potensi luar biasa dalam hal musik. Apa jadinya jika band/artis yang populer di indonesia adalah artis/band dengan kualitas musik rendah.
Karena musik Indonesia selalu menjadi perhatian dan diperhitungkan sebagai kekuatan musik di asia selain jepang. Maka jangan sampai, hal yang menjadi kebanggan bangsa ini menjadi rendah di mata dunia dengan lahirnya band/artis yang sukses dengan kualitas musik rendah. [ sumber : harmonicnoise.wordpress.com/aa]
www.thejeo.blogspot.com