Tampilkan posting dengan label industri musik. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label industri musik. Tampilkan semua posting
Ressa Herlambang (ressaherlambang.com)

Menjadi penyanyi muda dan berbakat ternyata masih diseriuskan oleh Ressa Herlambang yang saat ini masih terus sibuk dilakukan dialbum terbarunya yang menjagokan hits "Baby I Love U".

"Lagu Baby, I Love You ini adalah awal yang baik buat saya berkarya dan bersaing dengan beberapa penyanyi pendatang baru yang mulai datang, karena saya tampilkan konsep yang beda di sini," kata Ressa Herlambang saat ditemui di Kawasan Menteng.

Ressa mengakui akan pembaruan di konsep musiknya yang lebih berani nge-dance dan up beat yang diusungnya. "Selain nuansa musik yang lebih up beat, dalam setiap penampilan saya kini diiringi dancer (penari), mau tunjukkan yang lebih real dalam memulai konsep lagu tahun ini," ujar mantan kekasih Nia Ramadhani ini.

Ressa sangat optimis dengan konsep yang dimilikinya saat ini bisa menembus jutaan RBT yang saat ini masih jadi tolak ukur sukses album. "Selain RBT, saya juga mengejar pasar musik luar negeri, yang nanti ke depannya saya bisa promosi di Malaysia, Singapur, dan Thailand," ujar Ressa.
• VIVAnews
Shirley Liem sangat piawai menyanyikan lagu-lagu daerah dengan cengkok yang apik.
Di saat sejumlah remaja sedang asyik menikmati aktivitas yang sedang tren, Shirley Liem justru punya kegemaran lain. Usia muda tak menghalangi kegemaran Sherly dalam mengeksplorasi budaya Indonesia.

Remaja berusia 12 tahun ini sangat piawai menyanyikan lagu-lagu daerah, dari 'Bungong Jeumpa' hingga 'Sio Mama' dinyanyikannya dengan sempurna. Menyanyikan lagu daerah lengkap dengan cengkok dan pelafalan yang sempurna  jelas  bukan perkara mudah.

"Lagu daerah kan jarang yang menyanyikan. Makanya aku mau bawakan lagu-lagu daerah. Tapi, referensi menyanyi aku tetap dari penyanyi pop," ujar Sherly kepada VIVAnews.com saat ditemui dalam acara Resital Vokal Tunggalnya di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Pusat.

Memulai karier bernyanyi di usia empat tahun, Sherly Liem tak menemui kesulitan berarti saat ditantang oleh Jaya Suprana untuk menggelar resital vokal tunggal dengan mempergelar mahakarya-mahakarya seni musik nusantara. 

Pemilik sederet penghargaan di bidang model dan menyanyi ini akan menampilkan keindahan suara soprannya dalam 14 lagu, dibuka dengan Alusia dan ditutup dengan Indonesia Pusaka. Meski baru setahun mengasah kemampuan vokalnya di Jaya Suprana School Of Performing Arts, Sherly menunjukkan kemampuan berarti. Tak heran saat ditantang untuk menggelar resital vokal tunggal, Sherly langsung menyanggupinya.

Selain akan mencatatkan rekor MURI, Sherly rupanya punya tujuan lain di balik pagelaran resital vokal tunggalnya. “Aku ingin anak-anak muda saat ini lebih familiar dengan lagu-lagu daerah, jangan lagu pop saja. Sebab, lagu daerah ini bisa jadi aset untuk go internasional nanti,” ujar penyanyi yang rutin tampil di TMII ini.

Sherly memang menemukan keasyikan sendiri saat menyanyikan lagu daerah. Untuk penampilannya di resital vokal tunggalnya itu, Sherly menyanyikan lagu-lagu daerah yang sudah diaransemen ulang tanpa meninggalkan kekhasan lagu itu sendiri.

Usai menggelar resital vokal tunggal, putri sulung pasangan Liem Ciau Khiang (Johan) dan Tia Paramita ini bercita-cita untuk membuat album rekaman lagu-lagu daerah. “Jangan sampai lagu-lagu daerah yang begitu kaya makna menjadi dilupakan oleh generasi muda,” ujar Sherly yang juga pernah berakting di sejumlah sinetron.
vivanews.com
Superman Is Dead
Band punk rock asal Bali, Superman Is Dead mencetak rekor membanggakan dalam sejarah perkembangan musik populer di Indonesia sebagai band pertama yang berhasil menembus chart paling berpengaruh di dunia, Billboard.

Secara tak terduga, Superman Is Dead berhasil menembus posisi #23 di Billboard Uncharted, sebuah chart yang baru saja diluncurkan untuk pertama kalinya oleh Billboard pada 20 Januari lalu di Billboard.com.

“Di posisi No.23, band punk Bali Superman Is Dead berhasil menembus chart Billboard untuk pertama kalinya sejak terbentuk 15 tahun yang lalu. Band ini teken kontrak dengan Sony Indonesia di tahun 2003 dan hingga kini memiliki basis massa penggemar lebih dari 1,6 juta fans dari seluruh dunia di Facebook,” demikian dikutip dari rilis pers Billboard yang diterima Rolling Stone.

Seperti dijelaskan oleh Billboard, chart baru bernama Billboard Uncharted ini menggunakan teknologi pemeringkat bernama Heat Score, sebuah formula online yang mengekspos musik yang diputar via online streaming, page views dan jumlah fans yang ada menurut MySpace Music dan sumber-sumber lainnya yang berhasil dihimpun di antaranya via YouTube, Facebook, Twitter, Last.fm, ReverbNation, SoundCloud, iLike dan Wikipedia.

Billboard Uncharted akan menampilkan 50 artis dari berbagai genre musik (seperti Country, Rock, R&B/Hip-Hop, Latin, dsb.) yang harus terdaftar lebih dulu sebelumnya di MySpace Music dan belum pernah masuk sebelumnya ke dalam chart Billboard apapun agar memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan.

Pada berita yang sama sebelumnya, sempat ditulis bahwa Superman Is Dead merupakan artis Indonesia pertama yang berhasil menembus chart Billboard, yang benar mereka adalah band Indonesia pertama yang berhasil menembus Billboard Unchartered.

Anggun adalah artis keturunan Indonesia pertama yang berhasil mencapai posisi No.22 di Billboard Hot Adult Top 40 Tracks untuk lagu "Snow On Sahara" pada 5 September 1998 dan posisi No.16 di Billboard Hot Dance Club Play pada 22 Desember 1998 untuk lagu yang sama. (Rollingstone Indonesia/ist Myspace

Kabar Bagus datang dari dunia musik Indonesia. Dimana, Superman Is dead, band punk rock asal Bali berhasil masuk kedalam chart Billboard Uncharted Territory.
Ini menjadikan Superman Is Dead menjadi musisi Indonesia pertama yang berhasil masuk kedalam tanggalagu Billboard di Amerika Serikat.
Superman Is Dead berhasil menduduki posisi No. 23 di Billboard Uncharted Territory.
FYI, Billboard Uncharted Territory merupakan sebuah chart yang disusun berdasarkan popularias yang diraih lewat social network seperti Myspace, Twitter, Facebook, Last.Fm dan lainnya.
Dan ini merupakan minggu pertama, Billboard Uncharted Territory di buat dan masuk situs Billboard.com
Wow, congrats buat Superman Is Dead dech. Good luck juga yach.***(cc/bs)
img : google
popmaya.com
Puncak peluncuran album terbaru Vierra akan bersamaan dengan hari kasih sayang 'Hari Valentine' 14 Februari 2011.

Namun, album bertajuk 'Love, Love & Love' ini sebelumnya juga akan dirilis pada tanggal 7 Februari di studio Transtv. musikji.net

Grand launching album Terbaru Vierra pada hari valentine memang memiliki moment yang tepat. Band yang diawaki Widy Nichlany (vokal), Kevin Aprilio (piano, keyboard), Raka Cyril (gitar) dan Tryan (drum) ini tetap mengusung tema cinta sebagai inspirasi.

Album 'Love, Love & Love' mengandalkan single 'Takut'. Grand Launching pada tanggal 14 Februari akan menghibur Vierrania (penggemar Vierra) di seluruh nusantara. Pasalnya, Pada hari itu dua stasiun tv, Transtv dan RCTI, sudah menjadwalkan penampilan Vierra dengan lagu-lagu hitsnya. Pada saat itu, Vierra diberi kesempatan untuk merilis secara resmi album terbarunya.

Berikut Jadwal Vierra:
23 Januari @ Event Bali
26 Januari @ Dahsyatnya Awards
7 Januari 2011 : Launching Album @trans tv
14 Februari 2011 : Grand Launching @trans tv dan RCTI
musikji.net
Rocker Kasarunk

Rocker Kasarunk, Setelah single "Bisa Gila", Rocker Kasarunk--grup yang didirikan Ferdy Tahier bersama rekan-rekan barunya, Acoy (gitar), Vikri Rasta (rapper), Christian (drum), dan Ricky (bas)--kembali akan merilis single baru mereka.
"Ini single yang kedua, judulnya 'Mungkin Satu Kebetulan'. Rencananya, akan kita rilis Februari nanti," kata Ferdy, vokalis Rocker Kasarunk, saat mengunjungi redaksi Kompas.com, Kamis (20/1/2011).
"Mungkin Satu Kebetulan", terang Ferdy, masih berkutat tentang cinta. Bercerita mengenai pengungkapan isi hati, dari pertama ketemu sampai sekarang tetap cinta.
Dibanding kebanyakan lagu yang diciptakannya bersama personel Rocker Kasarunk, terang Ferdy, lagu ini dari segi warna musik memang rada berbeda.
"Kita maunya semua lagu kita up beat, tapi dipikir-pikir kasihan juga pendengarnya, makanya kita buat lagu yang slow. Ini satu dari dua lagu kita yang agak pelan," kata penyanyi yang juga dikenal sebagai vokalis grup band Element ini.
Yang membuat Ferdy dan awak Rocker Kasarunk senang, boleh jadi karena single ini akan menjadi satu dari tiga lagu mereka yang akan menghiasi film barunya Jose Purnomo.  "Ada tiga buah lagu milik kami yang dijadikan soundtrack. Kalau yang dua lainnya disajikan enggak utuh, nah lagu 'Mungkin Satu Kebetulan' yang disajikan penuh, utuh tanpa dipotong," katanya.
Dalam film tersebut, lanjut Ferdy, single ini akan muncul menghisi adegan kilas balik.
Menyinggung keterlibatan Rocker Kasarunk dalam film tersebut, Ferdy mengungkapkan bahwa semuanya berawal ketika ia ditawari untuk membintangi film yang rencananya diberi judul Skandal. "Saya ditawari main untuk jadi bintang utamanya, tapi saya enggak bisa karena ingin fokus di musik, ya akhirnya saya tawarkan bagaimana kalau saya garap lagunya. Kloplah. Jadi mungkin ini suatu kebetulan," ucap Ferdy mengutip judul single-nya itu.
Setelah merilis single kedua nanti, rencananya Rocker Kasarunk akan merilis album mereka yang dibuat dengan konsep mini album. Akan ada enam lagu yang dihadirkan, di antaranya "Bisa Gila", "Cinta Selamanya", "Gantung" dan "Mungkin Satu Kebetulan". "Kasihan kan Para Kasarunk (sebutan untuk penggemar mereka) kalau cuma dikasih RBT, makanya kita akan memberikan lagu-lagu itu secara utuh lewat lewat mini album," katanya.

kompas.com
Pencipta lagu dan gitaris Satriyo Yudi Wahono yang bernama ngepop Piyu (37) terus melangkah. Dia sedang serius mempersiapkan sebuah buku yang menurutnya campuran antara biografi dan kiat-kiat menjadi pemusik atau penyanyi. Terakhir, Piyu sibuk mencari bakat-bakat anyar se-Jawa Timur lewat ”Piyu Padi Search The Next Superband”.
Akhir pekan lalu, di sebuah kantin di bilangan Palmerah, Jakarta, Piyu memperlihatkan rancangan akhir bukunya itu di komputer jinjingnya. ”Buku ini antara lain mengajak semua agar jangan takut bermimpi,” ujarnya.
Sebelum kondang sebagai gitaris bersama band Padi, dia memasuki Jakarta dengan perjuangan keras, termasuk sempat menjadi tenaga cleaning service.
Buku penuh warna setebal 160 halaman itu rencananya akan diluncurkan Januari tahun depan. Di antara rekan-rekannya di band Padi, Piyu memang dikenal paling rajin menyimpan berbagai dokumen menyangkut perjalanan dirinya dan kelompoknya. ”Saya kliping semua dan tertata rapi,” ujarnya.
Bahkan, coretan-coretan di buku saat proses penciptaan sebuah lagu pun masih tersimpan rapi. ”Dulu saya pake buku agenda, belum laptop atau netbook seperti sekarang untuk mencatat semua,” ujar Piyu sambil menunjuk sebuah foto dirinya dengan buku agenda tergeletak di depannya. (ush)

KOMPAS.com -- 
Jakarta- Vokalis dan pencipta lagu Sandhy Sondoro bermaksud menyebarkan pesan cinta damai secara halus melalui lirik lagu-lagu dalam album ketiganya atau album pertamanya di Indonesia.
"Ini album baru saya, judulnya self titled, Sandhy Sondoro. Message-nya, one love, bukan cuma cinta antardua manusia, melainkan juga tentang kedamaian," tutur vokalis soul dan blues ini mengupas album barunya tersebut.
Sebagai pria asal Indonesia yang bertempat tinggal dan berkarier di Jerman, ada alasan khusus yang membuatnya menyampaikan pesan cinta damai lewat albumnya itu. "Saya sebagai minoritas di Jerman pernah merasakan dan tahu banget bagaimana dirasiskan oleh orang lain," jelas lelaki yang juga main gitar ini.
Ada 12 lagu berlirik bahasa Inggris dan dua lagu baru berlirik bahasa Indonesia dalam albumnya itu. "Album ini adalah album ketiga dari saya. Ini album yang berisi 14 lagu. Dua belas (12) lagu dari album  awal saya dan dua lagu baru. Alasan mengapa berbahasa Inggris, karena saya masih eksis di Jerman dan bahasa Inggris itu mendunia," jelasnya lagi. "Mimpi saya masih panjang dan saya bukan tidak menghargai bahasa Indonesia," tekannya.
Sandhy mengedepankan "Bunga Mimpi" dan "Salamanja" sebagai single-single-nya.
Ke depan, vokalis yang berhasil mencuri perhatian produser musik dan pencipta lagu internasional asal AS Diane Warren ini masih memiliki mimpi yang ingin digapainya. "Saya mau tinggal di Brasil atau Istambul (Turki), karena saya ingin musik saya berkembang terus. Saya enggak mau seperti musisi lain, yang setelah tua frustrasi, karena musiknya begitu-begitu saja," tutup Sandhy.
kompas.com
Teguh Sukaryo, Seorang Pianist Tanah Air yang telah menciptakan berbagai Harmony -harmony indah dan telah di akui oleh Dunia lewat karya -karya instrument nya, dirinya telah menjadi pianis terbaik yang mengalahkan para pianis dari 26 negara a.l. Jerman, AS, Italia, Prancis, China, dan Jepang.Namun Sayang, sosok Teguh belum begitu akrab terdengar bagi kaum kaum awam di Indonesia,
Sukaryo mendapat pujian dari banyak negara karena menampilkan harmoni, emosi dan teknis sempurna. Sentuhan jarinya pernah membius pendengar di Belanda ketika dipancarluaskan lewat radio dan televisi.
Teguh Sukaryo belajar piano pada sejumlah suhu a.l. Jon Kimura Parker, Peter Takacs, Michael Gurt, dan Carmel Lutton. Dia juga sempat ditangani Byron Janis dan Einar-Steen Nokleberg.
Kemampuan peraih beasiswa Joseph and Ida Kirkland Mullen itu kini ditularkan pada beberapa pianis a.l. Paul Polivnick, Anton Krager, dan Frank Wickes. Selain itu dia aktif mengajar di Rice University Preparatory Program.
Sukaryo lulus dengan predikat BMus untuk Penampilan Piano dari Sekolah Musik Newcastle (NSW) Australia pada 1998. Dari tempat itu dia meraih penghargaan tertinggi untuk penampilannya.
Empat tahun lalu Sukaryo meraih gelar Beethoven Prize di ajang Grieg International Competition for Pianists di Oslo, Norwegia dan berhak atas beasiswa penuh ke sekolah musik top di AS, Oberlin Conservatory.
source : dari berbagai sumber

Berikut ulasan sekilas tentang sosok Teguh Sukaryo.
BIOGRAPHY OF TEGUH SUKARYO, Concert Pianist
(Versi Bahasa Indonesia)

Adalah kecintaan yang sejati terhadap musik, yang dipadukan dengan talenta, hasrat artistic, cita rasa, kejujuran dan kerendahan hati, yang telah membawa Teguh Sukaryo untuk tampil di berbagai negara, termasuk USA, Eropa dan Australia. Misinya adalah untuk menyentuh setiap hati dengan lembut dan rasa kepedulian, seperti yang diimpikannya: “Dunia yang harmonis, berlimpah kedamaian, cinta dan suka cita”. Sembari mengejar misi ini, berbagai media dan kritik turut memberi kesaksian perihal karya Teguh:

“Master pianist. Teguh Sukaryo gave phenomenal recital. He showed fabulous technique and sensibility. Great imagination..with temperament and visible passion.” Airplay Radio en IJssellandTV, Netherlands

“Tremendous personality. Wonderful imagination.” Byron Janis, legendary pianist

"Marvelous,...a gem,..an example of grand. Teguh has the fantasia and technique to reach to the Absolute Top" NoordHollands Dagblad

“Now captivating..now hypnotizing” Kompas, Indonesia

"Climactic craze. Electrifying and full of spirit" Koran Tempo

“An enchanting piano playing which travels through time and space…striking and very memorable” Arts Indonesia

“A Star. World class pianist.” Suara Merdeka

“World top 15” Bali Post

"World Master Pianist, Perfect Presentation of Combined Harmony and Emotion. Anesthetized music lovers. The sound he produced was a reminiscence of beautiful symphony" Kaltim Post


Teguh Sukaryo lulus S1 pada bidang Piano Performance dari Newcastle Conservatorium of Music, Australia. Disana dia mengambil Double Performance Strand dan selalu mendapat nilai tertinggi, yaitu High Distinction. Dikenal memiliki kemampuan artistry tinggi dan teknik yang handal, Teguh menperoleh beasiswa penuh dan berbagai penghargaan untuk melanjutkan seluruh studinya di USA, seperti di sekolah-sekolah terkemuka: Oberlin Conservatory, yang mana dia mendapat gelar Artist Diploma; Rice University/Shepherd School of Music, Master of Music; and Louisiana State University, tempat Teguh sedang menyelesaikan gelar Doktoralnya (DMA, Doctorate of Musical Arts). Tahun 1997, Teguh memperoleh Top Prize di Armidale Open Piano Competition, NSW, Australia; Tahun 2000, Chamber Music Scholarship and award di Sewanee Summer Music Festival, USA; Tahun 2005, “Beethoven Prize” di Grieg International Competition for Pianists, di Oslo.

Teguh Sukaryo belajar dengan pianist kenamaan dan guru besar di Amerika, Eropa dan Australia, antara lain Jon Kimura Parker, Peter Takacs, Michael Gurt, and Carmel Lutton. Teguh juga dilatih oleh pianist legendaris Byron Janis dan Einar Steen-Nokleberg. Selain dibidang piano, Teguh juga menekuni dunia conducting. Guru-gurunya antara lain Prof. Paul Polivnick, Prof. Anton Krager, dan Prof. Frank Wickes.

Bakat dan dedikasi Teguh dalam dunia pendidikan musik juga sangat kuat. Teguh sering memberi workshop dan masterclass di berbagai tempat, baik di dalam maupun luar negeri. Seorang Joseph and Ida Kirkland Mullen Fellow, Teguh telah mengajar di department Prepatory Program di Rice University, Houston, USA. Banyak murid-murid yang terinspirasi dan mendapat nilai tertinggi pada ujian akhir tahun mereka. Diantaranya berhasil lolos audisi masuk di konservatori-konservatori bergengsi di Amerika Serikat.

CD perdana Teguh yang berjudul “Teguh Sukaryo plays Mompou, Brahms, & Mussorgsky” tersedia di took-toko CD, dan mendapat sambutan hangat dari para pencinta music klasik di tanah air. Menyusul segera tahun ini 3 (tiga) CD baru Teguh yang berjudul “Scenes of Childhood”, “Burgmuller Op. 100” dan “Burgmuller op. 109” lengkap dengan partiturnya.

Teguh lahir dan besar di Purwokerto, Jawa Tengah. Dia mencintai Indonesia, baik budaya dan manusianya. Teguh juga sangat mencintai alam, seni, dan kemanusiaan. Dia suka bergaul dengan siapa saja dan dengan semua kalangan. Tahun 2010 Teguh mengadakan Nusantara Tour 2010 diberbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Purwokerto, Kupang, dll dalam rangka penyebaran musik klasik di tanah air tercinta Indonesia. Teguh Sukaryo adalah pencipta dan Artistic Director group Musik Klasik Indonesia di facebook. Group dengan lima ribu anggota yang merupakan group musik klasik yang paling aktif, edukatif dan informatif.



http://www.facebook.com/teguh.sukaryo
www.thejo.blogspot.com
Dewa Budjana - Kapanlagi.com
Sudah dua tahun belakangan ini pemain gitar band Gigi, Dewa Budjana aktif berbagi ilmu bersama anak muda yang memang berniat belajar musik. Pengetahuan musik Budjana disalurkan melalui sekolah musiknya, Guitar School of Indonesia (MSI) dan dikembangkan menjadi Music School of Indonesia (MSI).

Menurut Budjana, untuk mengangkat perkembangan musik Indonesia yang lebih maju lagi, dirinya harus berbagi pada orang lain. Banyak pelajaran yang diberikan pada siswanya. Bukan saja memberi materi permainan gitar atau mengasah skill individu, tapi Budjana memberi pengalaman bermusik selama bersama Gigi. Setiap satu bulan sekali, Budjana memberikan workshop.

"Sistemnya tidak seperti sekolah, tapi lebih memberi workshop. Saya juga memberi ruang pribadi pada mereka yang memang serius untuk bermusik," ujar Budjana saat ditemui di acara konferensi pers Grand Launching Music School of Indonesia (MSI) di atrium Plasa Semangi, Jakarta, Minggu (19/9) malam.

Bukan hanya anak muda yang dapat belajar atau mengasah kemampuan memainkan sebuah alat musik, tapi anak-anak dan orang tua pun dipersilakan.

"Banyak orang kantoran yang meluangkan waktu belajar musik. Jadi siapa saja, tidak tertutup orang tua,” ungkapnya.

Budjana beralasan, belajar memainkan alat musik ini bukan saja untuk mengembangkan karier di dunia seni musik, tapi juga sebagai hobi.

"Setiap bulannya kita adakan pentas seni dan semuanya terlibat. Kita juga menghadirkan bintang tahu. Sehingga kemampuan individu semakin terasah,” ujar Budjana

kapanlagi.com 
www.thejeo.blogspot.com
 
Tampaknya The Upstairs yang saat ini digawangi Jimi Multhazam (vokal), Andre 'Kubil' Idris (gitar), Pandu Fathoni (bass dan synth), Krishna (keyboards dan synth) dan Beni Adhiantoro (drum) tak ingin berlama-lama untuk meluncurkan karya terbarunya sekaligus sebagai test case personel baru pengganti Alfi Chaniago yang keluar karena mendalami agama dan Dian Marayana yang menikah dan menekuni bisnisnya.
The Upstairs kembali meneror kita untuk berdisko darurat serta berdansa resah dengan single terbarunya yang di sebarkan gratis dan bisa di download di http://theupstairs3.tumblr.com/.
Single ini selain mencantumkan 1 lagu baru yang berjudul Menara Lara ada dua lagu daur ulang Rocketship Goes By dari Goodnight Electric dan satu lagu daerah Sumatera Barat yang populer di tahun 70-an berjudul Kampuang Nan Jauh Di Mato yang dulu juga sempat di populerkan oleh Chiquita Meidy di tahun 90-an.
Track Menara Lara membuka dan menyapa kita dengan beat-beat yang dance able. Dengan permainan synthesizer Krishna yang meruang dan mengisi di setiap celah lagu berpadu dengan petikan gitar Kubil membuat lagu ini tampak padat.
Kali ini tak ada suara latar cewek, dari Dian Marayana yang biasa kita dengar di lagu-lagu The Upstairs sebelumnya dan di ganti dengan suara latar cowok dari Beni dan Pandu, dan ternyata menarik untuk di dengar. Di bagian tengah lagu terdapat jeda musik yang hanya menampilkan solo synthesizer dan diimbuhi dengan solo bass dari Pandu serta penambahan clapping hand yang akan meningkatkan atmosfir energi apabila nanti di mainkan live.
Di track kedua The Upstairs mengkover lagu Rocketship Goes By dari band elektro pop asal Jakarta, Goodnight Electric. Dengan tanpa menghilangkan aransemen pop yang kental, lagu ini dimainkan lebih pelan dan lebih nge-pop dari aslinya yang sedikit bertempo cepat. Permainan synthesizer yang rapat memasuki seluruh celah lagu masih mendominasi.
Dengan bunyi-bunyian yang mengawang-awang memberikan penegasan lagu ini. Hook melodi yang catchy dan tak terlalu rumit menjadikan lagu ini mudah diingat dan disenandungkan. Aransemen musik di lagu ini sangat terasa penghayatannya hingga mudah menangkap makna lagu yang bertemakan patah hati ini. Satu lagi, vokal Jimi berbeda sekali dengan yang biasa kita dengar dan hampir menyerupai dengan penyanyi aslinya Henry Foundation.
Apa jadinya bila lagu daerah seperti Kampuang Nan Jauh Di Mato yang dinyanyikan Oslan Hussein di tahun 70-an di remix dengan musik disco new wave tahun 80an. Dengan nuansa psychedelic dan ruang angkasa yang diperoleh dari bunyi-bunyian synthesizer yang mengisi lagu ini.
Tampak kekuatan 3 single ini berada di permainan synthesizer Krishna yang ciamik dan sangat klop ketika berpadu dengan instrumen lain hingga menjalin chemistry untuk menghasilkan karya yang bagus. Melekat di benak kita ketika mendengar lagu yang dulu dipopulerkan oleh Chiquita Meidy yang dinyanyikan dengan nada ceria menjadi sedikit agak aneh ketika dipoles oleh The Upstairs.
Secara keseluruhan single ini mampu mempresentasikan seperti apa nanti aransemen musik mereka di album terbarunya yang harus kita nanti dan miliki.

Tracklist:
1. Menara Lara
2. Rocketship Goes By (Goodnight Electric Cover)
3. Kampuang Nan Jauh Di Mato
KapanLagi.com - Oleh: Fajar Adhityo

www.thejeo.blogspot.com
Jakarta - Dunia musik Indonesia semakin berwarna dengan munculnya band-band pendatang baru dengan aliran musiknya masing-masing. Band asal Pekanbaru, Geisha, mengaku tidak takut dengan persaingan di industri musik Indonesia.

"Kita senang industri punya banyak genre musik, kita jadi terpacu untuk bikin musik yang lebih jagoan lagi. Kita nikmati banget persaingan musik ini," ujar sang vokalis, Momo yang ditemui usai mengisi acara 'Dahsyat', di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (21/9/2010).

Band yang berdiri pada Desember 2003 itu mempunyai keinginan untuk terus eksis di blantika musik Indonesia. Untuk itu, Geisha selalu berusaha membuat musik yang mudah diterima pasar tetapi tetap menonjolkan ciri khas musik mereka.

Saat ini band yang terkenal lewat lagu 'Jujurlah Padaku' itu sedang mempersiapkan album kedua. Album terbaru mereka tersebut diperkirakan rampung pada Oktober mendatang.

"Di album ini ada sedikit perbedaan dari album pertama, kita lebih explore dalam hal musikalitas," jelasnya.
music.detikhot.com 
www.thejeo.blogspot.com


JAKARTA,Duo musik yang terdiri dari istri dan suami Endah N Rhesa telah siap untuk segera meluncurkan album kedua mereka, Look What We've Found. Endah menjanjikan, dalam album kedua itu mereka akan menyajikan lagu-lagu dengan musik bernuansa Afrika dan Karibia.

"Album kedua ini terinspirasi dari daerah pantai dan hutan dan lagu-lagunya bernuansa Afrika dan Karibia,"  terang Endah.

"Tuimbe", single pertama dari album tersebut, direncanakan akan keluar bersamaan dengan rilis album kedua mereka pada 26 September 2010. "(Klip video) single pertama sudah jadi, tinggal disebar aja. Tapi, nanti kita baru lihat kalau CD-nya juga sudah dirilis," sambung Endah.

Diakui oleh Rhesa, dalam album kedua itu mereka masih akan menyuguhkan lagu-lagu berbahasa Inggris. "Bukannya enggak cinta Indonesia, tapi kami memang sudah mengonsep dari awal, tiga album pertama kami merupakan trilogi. Tapi, sekarang kami lagi garap musik untuk film yang disutradarai oleh Eugene Panji dan itu semua berbahasa Indonesia kok," jelasnya.

Endah N Rhesa juga mengatakan bahwa konsep Afrika dan Karibia untuk album tersebut berasal dari pemikiran mereka berdua. Mereka kerap mendengarkan musik-musik yang bernuansa Afrika, seperti musik milik Richard Bona, ketika mengerjakan album itu.
KOMPAS.com
www.thejeo.blogspot.com


Industri musik indonesia saat ini bisa dibilang mengalami perkembangan yang bagus.
Sekarang, terbukti musik anak negeri sendiri lebih disukai daripada musik manca negara, ini juga ditandai dengan banyaknya band-band pendatang baru yang cukup memberikan alternatif nuansa musik yang heterogen dan juga perkembangan musik indie yang makin menjamur dengan kualitas yang bagus.
Terlepas dari berita perkembangan industri musik indonesia yang bagus diatas, namun apresiasi terhadap karya seni musik masih kurang baik dari pihak pemerintah, praktisi industri musik dan juga masyarakat.
Arus tekhnologi yang bergerak sangat cepat. Memungkinkan dan memudahkan transfer data antar file tanpa mengindahkan adanya larangan hak cipta dapat dengan mudah dilakukan dengan media-media seperti bluetooth, kabel data, dsb. Begitupun dengan download mp3 gratis, dapat dilakukan dari situs-situs yang menyediakan layanan untuk mendownload lagu mp3 secara gratis. Belum lagi CD bajakan dan MP3 secara bebas terjual di beberapa tempat.
Bayangkan saja, Suatu band yang baru launching albumnya 2-3 hari yang lalu, hari ini sudah bisa didapatkan mp3-nya satu album penuh.  Memang sudah menjadi sifat alamai manusia, selama ada sesuatu yang bisa didapatkan secara gratis, ngapain harus beli?
Lalu apakah artis atau band yang mempunyai hak cipta atas lagu-lagunya yang di download tersebut mendapatkan royalti dari situs-situs tersebut ? Bagaimana kita harus menyikapi tentang hal ini?
http://simphonymusic.com/opini/menyikapi-download-mp3-gratis-di-internet/
www.thejeo.blogspot.com

Saat ini, musik sudah menjadi sebuah industri, berbicara tentang industri, tentunya berbicara tentang bisnis dan bisnis adalah uang.
Seorang artis/band dapat cepat populer dan sukses karena strategi promosinya yang bagus. Bagaimanapun, artis/band yang mempunyai kualitas bagus namun kurang dari sisi promosi, akan tersisih oleh band/artis yang bagus secara promosi dalam persaingan di industri musik ini. Dan hanya band/artis yang bagus strategi dan promosinya yang akan tegak berdiri di puncak popularitas.
Yang menjadi pertanyaan, apakah kesuksesan sebuah band/artis tersebut di iringi oleh kualitas musikalitas yang bagus ? belum tentu. Sekarang banyak band/artis yang sukses secara komersial, namun musikalitas mereka sangat standar.
Apakah hal tersebut harus dipertanyakan? tentu saja, karena band/artis yang sukses adalah cerminan dari industri musik itu sendiri. Musik indonesia (dalam hal ini), selalu mendapat perhatian penting di mata dunia karena indonesia terkenal menyimpan potensi-potensi luar biasa dalam hal musik. Apa jadinya jika band/artis yang populer di indonesia adalah artis/band dengan kualitas musik rendah.
Karena musik Indonesia selalu menjadi perhatian dan diperhitungkan sebagai kekuatan musik di asia selain jepang. Maka jangan sampai, hal yang menjadi kebanggan bangsa ini menjadi rendah di mata dunia dengan lahirnya band/artis yang sukses dengan kualitas musik rendah. [ sumber : harmonicnoise.wordpress.com/aa]
www.thejeo.blogspot.com
Oleh : Michael Gunadi Widjaja

Seperangkat perkusi yang terbuat dari metal.Membentuk sebuah orkestrasi bunyi yang lengkap,kompleks dan khas.Itulah Gamelan.Orkestra perkusi metal sebetulnya dikenal juga di Cina,Vietnam,Kamboja dan juga Thailand.Daerah di Indonesia pun tak cuma satu yang mengenal orkes perkusi metal.Jawa barat,Jawa tengah dan Bali.namun istilah gamelan khusus diperuntukkan bagi orkes perkusi metal di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Sejak abad 8 dan 9 gamelan telah ada dan dikenal.Seiring berjalannya waktu,gamelan seolah terpinggirkan oleh ekspansi musik barat.Gamelan menjadi orkestra bunyi yang asing bahkan di daerah asalnya.Generasi anak jaman lebih terpukau dengan musik barat yang kental oleh nuansa gemerlap industri musik.dan gamelan pun tercitrakan hanya sebagai bentuk seni yang kuno,antik,asing,aneh dan ketinggalan jaman.Tentu saja fenomena ini sangat menyedihkan,memilukan dan memprihatinkan.Sebagai salah satu national heritage,gamelan mestinya dapat lebih banyak berbicara di kalangan generasi anak bangsa.
Ada ironi yang terjadi pada gamelan.Di daerah dan tanah airnya,gamelan kurang mendapat tempat.Sementara di negara lain gamelan justru dianggap sebagai bentuk seni auditif yang sangat bermutu.Di Tokyo,gamelan menjadi cabang seni ketrampilan bagi siswa sekolah dasar.Di jurusan etno musikologi di Amerika Serikat gamelan merupakan mata kuliah mayor.Dari sanalah lahir musikolog seperti Lou harrison dan Jody Diamond,yang mengusung gamelan pada citra mendunia.Demikian juga di Selandia baru,di Wellington,ada Jack Body dengan gamelan Padhang Moncar.jack Body juga membuat gamelan mendunia dengan gubahan gendhing-gending baru.
Lou harrison.Peralatan gamelan dibuat di Amerika
Lou harrison.Peralatan gamelan dibuat di Amerika
Upaya melestarikan gamelan dan mencitrakannya hingga mendunia,dilakukan juga di tanah air,Almarhum Sapto rahardjo adalah pionir dalam upaya ini.Dimulai gagasannya dengan Yogyakarta International Gamelan Festival,konsep musiknya tentang gamelan meets synthesizer sampai kolaborasinya dengan pemusik Perancis Andre Jaumee dalam CD Suita Borobudur.
Alm.Sapto Rahardjo
Alm.Sapto Rahardjo
Upaya para pionir gamelan dan musikolog untuk mengusung gamelan untuk mendunia,bukanlah tanpa alasan.Gamelan tradisional memiliki konsep musik yang luar biasa kompleks.Tidak seperti musik barat,gamelan bukan musik Tonal melainkan musik modal Laras apapun dalam gamelan bisa menjadi awalan titi laras baru.Konsep modal jauh lebih dahulu dimiliki gamelan dibanding tangga nada Gregorian musik barat.Belum lagi sifat gamelan yang sensual,exotic dan jernih.
Gamelan sebagai mied music oleh KMSWT Tegal
Gamelan sebagai mied music oleh KMSWT Tegal
Dengan kekayaan jati dirinya,gamelan siap untuk menembus abad Millennium.Persoalannya adalah,gamelan harus ” bersaing ” dengan gemerlapnya industri musik dengan produk musik budaya barat yang sangat menggiurkan.Upaya yang dapat dilakukan adalah revitalisasi.menjadikan gamelan sebagai musik baru,new musik.hal ini dilakukan dengan :
  • Membuat gubahan yang menonjolkan fungsi tiap piranti gamelan.Jadi tidak harus gamelan tampil dengan performa penuh.Ada komposisi untuk dua gender saja.gender dan saron saja.Ataupun format ensemble yang ringkas.Ini sesuai dengan tuntutan jaman yang menghendaki portabilitas tinggi
  • melakukan mixed cultural.Misalnya gamelan berfusi dengan jazz atau jenis musik lainnya
  • Mengemas tampilan seni gamelan dengan performa panggung yang lebih menarik
Upaya tersebut masih terus gencar dilakukan.Agar gamelan benar-benar siap menembus abad Millennium.yang dapat dimaknai sebagai siap pula menghantar generasi anak bangsa menuju modernisasi tanpa kehilangan akar budayanya.
Berikut ini dapat kita saksikan bentuk revitalisasi gamelan.Ditampilkan oleh GAMELAN X (baca : gamelan crosover) dari USA.
http://hiburan.kompasiana.com/group/musik/2010/08/28/gamelan-menembus-abad-millennium/
www.thejeo.blogspot.com
Oleh : Michael Gunadi Widjaja

Di Indonesia, ada sebuah organisasi yang menamakan dirinya KCI (Karya Cipta Indonesia).KCI adalah sebuah organisasi nirlaba.Berpusat di Golden Plaza Fatmawati Jakarta ( www.kci.or.id).Organisasi ini bergerak dalam bidang hak cipta musik.Hak cipta musik merupakan salah satu hak intelektual.Dan agaknya tidak berlebihan jika kita meluangkan waktu sejenak untuk sekedar berkenalan dengan hak cipta musik
Hak cipta musik dapat dikatakan adalah hak khusus yang diberikan kepada pengarang lagu dan/atau musik dan penerusnya (ahli warisnya) untuk mengumumkan lagu dan/atau musik dan memperbanyak lagu dan/atau musik karangannya.Adapun yang dimaksudkan mengumumkan lagu adalah sebuah hak khusus dalam hubungannya dengan tampilan musik.Baik untuk musik hidup maupun siaran televisi atau radio.Hal ini dalam hukum tentang hak cipta dikenal sebagai Performing Right.Sedangkan memperbanyak lagu dan/ atau musik berkaitan dengan duplikasi atau penggandaan materi musiknya.
Hak cipta musik adalah sebuah hak intelektual.Hak intelektual yang berkaitan dengan property.Dalam konteks ini,property yang dimaksud adalah lagu dan/atau musik.Ada perbedaan mendasar pada paradigma hal intelektual dalam property dengan hukum property umum.Perbedaannya dapat diilustrasikan :
Misal kita membeli CD yang berisi nyanyian.Kita memiliki hak atas CD nya tetapi BUKAN ATAS NYANYIANNYA. Jadi kita berhak memutar atau menggunakan CD yang telah kita beli hanya,dan hanya untuk kepentingan pribadi yang sifatnya non komersial.
Melihat pengertian-pengertian tentang hak cipta musik,kita tentu segera sadar bahwa masih sangat banyak persoalan yang membentang di hadapan kita berkaitan dengan hak cipta musik.Terutama yang berkaitan dengan materi musik dalam internet.Contoh kasusnya semacam ini:
  • Seseorang membeli CD berisi 10 lagu
  • Salah satu lagunya dia upload ke blog pribadi dia.Sampai dengan tahap ini tak ada masalah.Karena dia menggunakan lagu dari CD yang dia beli untuk kepentingan pribadi.
  • Temannya mengunjungi blog si orang tadi.tertarik dengan lagu yang di upload.si teman tersebut kemudian mendownload nya.Ini pun belum masalah.Karena masih dalam ranah keperluan pribadi.
  • Masalah timbul ketika terjadi efek berantai.Si teman punya teman.Temannya teman tersebut punya teman lagi.dan seterusnya.Mereka juga melakukan download lagu yang sama.Ini adalah duplikasi yang dipublikasi.Sekalipun tak ada unsur komersialisasi,namun tentu pengaruhnya sangat besar bagi profit finansial si pengarang lagu.karena orang tak lagi perlu beli CD nya.Cukup download gratisan.
Paparan tersebut baru salah satu contoh yang riil terjadi.Masih banyak jenis kasus dan polanya pun beragam.Namun demikian,yang membuat kita sedikit lega adalah kenyataan.Bahwa musik diakui sebagai hak intelektual di tanah air kita.Dan mulai timbul kepedulian terhadap perlindungan hak tersebut.

http://hiburan.kompasiana.com/group/musik/2010/09/07/mengenal-hak-cipta-musik/
www.thejeo.blogspot.com
oleh : Michael Gunadi Widjaja

” Setiap kali anda memutar lagu karya Gesang,bisa jadi anda sudah mencuri periuk nasinya “

Kalimat tersebut terpampang pada booklet resmi dari KARYA CIPTA INDONESIA sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang hak cipta musik di Indonesia.Hak cipta karya musik,dalam highlight KCI dihubungkan dengan periuk nasi seseorang. Almarhum pak Gesang.Dan bicara tentang periuk nasi seseorang,agaknya memang kita harus mau untuk sedikit mengernyitkan kening.Dan memang hak cipta musik di Indonesia masih menyisakan permasalahan yang tidak ringan.
Hak cipta terhadap karya musik dalam artikel ini saya batasi menjadi dua hal : Printed Material dan Audio Material.Yang tergolong printed material adalah karya yang dicetak,baik buku maupun partitura lagu dan atau musik.Sedangkan audio material yang saya maksud adalah karya musik yang diperdengarkan.Tentu dalam bentuk rekaman.Dan pembajakan yang kali ini saya bicarakan bukan pembajakan seperti pembajakan VCD yang marak.Pembajakan dalam tulisan ini adalah pembajakan semu atau saya beri istilah PSEUDO PIRACY.Dan pseudo piracy ini terjadi dalam lingkup pemanfaatan komputer.
Illustrasi 1
Saya meminjam CD musik dari seorang teman.Sebuah CD paten.Artinya bukan bajakan,resmi,dan ada stiker etiket PPN nya.Karena saya suka dengan musiknya,saya bermaksud mengcopy CD tersebut untuk keperluan pribadi.Hanya pribadi dan untuk saya nikmati sendiri.Saat akan mengcopy,usaha saya gagal.Karena CD tersebut copyrighted protection.jadi tidak bisa dan tidak boleh dicopy.Saya tak berputus asa.Saya install softwre CD ripper.Dan dengan CD ripper tersebut tiap track dari CD, saya ripped (jagal paksa).Berhasil.Apakah ini sebuah pembajakan??? Kan saya melakukannya tidak untuk diperdagangkan.Hanya untuk pribadi.Jawabnya…ehm…Inilah pseudo piracy.Sama halnya dengan fotocopy.terhadap textbook dan fotocopy terhadap buku pelajaran musik dan buku lagu-lagu.
Illustrasi II
Saat seorang artis merilis album baru untuk dipasarkan,kurang dari 24 jam kita sudah bisa mengunduh album baru tersebut SECARA GRATIS!!!! Melalui internet.Banyak situs yang menyediakan konten unduh secara gratis untuk album lagu baru.Apakah ini sebuah pembajakan?? Toh pemilik situsnya tidak mendapat keuntungan apapun.Sama sekali tidak ada komersialisasi.Pengunduhan dilakukan secara gratis.Jelas tidak ada profit yang masuk ke dalam pemilik situs.Benefit??Tidak juga.Nama dan ketenaran pemilik situs??? Tidak juga Karena kita tak pernah tahu situs penyedia gratisan itu milik siapa.Dan servernya bisa saja berada di Canada,Aussie dengan alamat yang sulit dilacak.Sekali lagi…Inilah pseudo piracy.Dan ini juga berlaku bagi naskah-naskah musik.
Di sisi lain,pseudo piracy semacam ini sangat bermanfaat bagi pemusik-pemusik di daerah semacam saya ini.Di kota kecil seperti tempat tinggal saya,amat sangat sulit membeli buku musik.Bukan soal harganya,namun material nya yang tak tersedia.Contoh,buku JAZZ HANON.Silahkan cari bahkan sampai ke Medan,Jakarta,Jogja,Surabaya.Akan amat sangat sulit untuk mendapatkannya.Dengan internet..wow dan yahud.Saya tinggal mengunduh,dan gratis lagi.Inilah sisi lain dari pseudo piracy.Pernah ada yang mengatakan pada saya agar membeli buku musik via online.Membeli,bukan unduh gratisan.Saya coba di Amazon.com,hasilnya,amat mahal dan shipping nya sampai ke kota saya tidak kurang dari 20 hari !!Sementara siswa saya dalam 20 hari tersebut perkembangannya amat cepat.Dan seringkali buku atau naskah musik yang kita butuhkan tak tersedia pada situs belanja online yang resmi.
Sekelumit paparan tadi sepertinya ingin berujar bagi kita.Pseuda piracy atau pembajakan semu,memang benar-benar semu.Artinya batas antara pelanggaran dan manfaat benar-benar semu.Memang ada hak cipta karya musik yang dilanggar.Namun tidak ada komersialisasi untuk keuntungan ekonomi bagi tiap pribadi.Sementara manfaat dan mudharat nya amat besar.
http://hiburan.kompasiana.com/group/musik/2010/09/14/pembajakan-semu-terhadap-karya-musik/
www.thejeo.blogspot.com
Jakarta - Single religi bernuansa pop atau rock mungkin sudah sering didengar. Bagaimana dengan hip-hop/rap? The Mosquad menjawabnya.



The Mosquad adalah kependekan dari The Moslem Squad. Duo yang dibentuk pada tahun 2009 itu merilis single bertajuk 'Muslim'. Lirik bernuansa Islam dengan iringan irama hip-hop yang sangat kental.

Salah satu personel grup rap Neo, Jimmy Prameswardhono a.k.a Doniel menggawangi The Mosquad. Ia dibantu oleh Gandhi sebagai vokal tamu. Lewat rilis yang diterima detikhot, Selasa (7/9/2010) langkah The Mosquad tidak lepas dari peran Darwin BD sebagai produser dan penulis lagu.

The Mosquad pun dibentuk dengan sebuah tujuan mulia. Sebagian besar pendapan penjualan lagu mereka akan disumbangkan kepada yang memerlukan. Single 'Muslim', dirilis lewat RMV Records yang menjadi rumah bernaung The Mosquad.

'Muslim' berkisah tentang bagaimana pentingnya sebuah keyakian. Menjadi seorang muslim bukan hanya sekadar memeluk sebuah agama, namun juga menjalankan dan bertanggungjawab atas kewajibannya. Ikatan persaudaraan dan kebersamaan sesama muslim pun digambarkan lewat single tersebut.
music.detikhot.com
www.thejeo.blogspot.com
Ada yang beda pada Selasa (7/9/2010) petang hingga malam  di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Kota Cilegon, Banten, ketika lagu-lagu dari Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP) membahana. Lagu-lagu yang dibawakan langsung oleh para personelnya di sebuah panggung yang didirikan di dekat pintu masuk bangunan pelabuhan Merak pun menghadirkan nuansa era 1980-an.


Begitu lagu pertama, Fatimah (dilafalkan sebagai Fatimeh), disuguhkan, sontak puluhan orang yang ada di sekitar panggung itu turut berjoget riang. Suasana gembira tersebut tak pelak menarik perhatian para penumpang bus atau kendaraan pribadi yang baru saja tiba di pelabuhan.
Lokasi panggung memang strategis. Apalagi, dalam jarak waktu sekian menit, panggung sering menjadi tempat berhenti bus transit yang mengantarkan para penumpang dari Terminal Terpadu Merak (TTM) menuju bangunan pelabuhan Merak.
Deretan penumpang yang memilih berjalan kaki melalui selasar gang dari TTM ke loket pun pasti melewati sudut tempat pendirian panggung itu. Jadilah panggung tersebut ibarat magnet yang menarik mata dan telinga para pemudik.
Di panggung, para personel PSP asyik memainkan instrumen musik mereka. Ade memukul gendang, Omen memetik ukulele, dan Monos menjentikkan jarinya di senar gitar. Di dekat mereka Rizali memainkan mandolin, sedangkan Dindin sibuk dengan alat musik "kecimpring". Adapun Andra dengan piawainya mencipta kemeriahan nada dengan perkusi maracasnya.
Selain hadir dengan formasi enam personel asli, PSP, yang pernah populer pada era 1980-an, mengajak pula tiga pemain muda, yakni Fatul, Awe, dan Kudil, yang masing-masing bertanggung jawab secara estetis terhadap alat musik bas, suling, dan mandolin. Lengkaplah sembilan orang dengan instrumen musik itu menggairahkan suasana Pelabuhan Merak.
Ditemui ketika jeda karena ada penampilan dari Teater Wong Kite, Ade mengatakan bahwa Selasa (8/9/2010) malam mereka memenuhi ajakan dari teman kuliah mereka, yakni Fredi Tulung, yang kini menjabat Kepala Badan Informasi Publik Kominfo, untuk membantu memberi informasi berguna bagi para pemudik. Demikianlah, di sela sajian musik PSP, ada pula acara sosialisasi. Pertamina berbicara soal tabung gas dan polisi memberi tips mudik yang aman. Sesekali, Andra turut berpartisipasi dengan ikut bertanya.
***
Beragam genre musik dimainkan oleh PSP. "Ada pop, Melayu, dangdut, pokoknya apa yang kami suka dan masyarakat suka dengerin akan kami mainkan," kata Ade.
Sejumput kisah dibaginya pula berkait dengan kelahiran PSP pada 1978. Menurut Ade, tidak ada hal yang filosofis yang mendasari pemilihan nama Pancaran Sinar Petromaks bagi grup mereka. Semua mengalir begitu saja. "Begini ceritanya. Dulu, pada tahun 1978, ada satu masa perjuangan mahasiswa, namanya gerakan moral. Dari situ kami sering demo, ada aksi mogok kuliah. Saat itu kami jaga (di) kampus, ngamen, berkumpul dengan teman-teman memainkan lagu-lagu Beatles, jazz, folk song, dan termasuk dangdut," kenangnya.
Melanjutkan kisahnya, Ade bertutur, pada saat itu dangdut seolah dimusuhi oleh kalangan elit. Penyuka lagu dangdut kerap dianggap kampungan. Padahal, nyatanya, dangdut hidup di khalayak luas negeri ini. Para personel PSP sendiri tak ragu memainkan dangdut, karena kenyataannya menghibur banyak orang.
Pada zaman mogok kuliah itu, digelar festival band di Kampus Kedokteran UI, di Salemba, Jakarta. "Kami ikut main pakai lagu dangdut itu. Menanglah kami, juara pertama. Ditanya, kelompok kami ini namanya apa. Karena di ujung panggung itu digantung petromaks, maka kami berceletuk saja kalau nama grup kami itu Pancaran Sinar Petromaks. Jadilah nama itu," kenangnya lagi.
Kata "Pancaran" dalam nama grup tersebut, terang Ade, terpengaruh oleh kebiasaan tak sedikit pihak memberi nama grup dengan memakai kata itu. Pancaran Kasih, misalnya. Sementara itu, Orkes Moral sebagai kepanjangan dari OM menggambarkan bahwa grup itu berdiri pada masa perjuangan moral mahasiswa, pada 1978.
Ada lagu-lagu ciptaan sendiri, ada pula lagu-lagu orang yang mereka mainkan. "Yang penting bisa diterima masyarakat untuk menghibur mereka. Enak didengar di telinga dan membikin rileks," lanjutnya.
***
Penampilan PSP di Pelabuhan Merak tersebut merupakan penampilan pertama mereka menghibur para pemudik. Mereka juga menyuguhkan lagu-lagu lainnya, seperti My Bonnie, Milikku, Siksa Kubur, Manusia, dan Ogah Ah. "Kami senang karena pengin menghibur saudara-saudara yang pulang mudik sekaligus membantu memberikan informasi yang benar dan berguna bagi masyarakat," kata Ade.
Bersama iringan lagu-lagu mereka itulah sebagian pemudik yang mendengarnya membawa kenangan 80-an ke kampung halaman untuk berlebaran.
entertainment.kompas.com
www.thejeo.blogspot.com