Tampilkan posting dengan label berita musik. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label berita musik. Tampilkan semua posting
Powerslaves Band

Powerslaves, grup rock ’n roll asal Semarang yang lahir pada 1990, mendapat energi baru setelah bertemu sekelompok penggemar yang dimotori Indra Budi. Mereka ingin memaksimalkan potensi Powerslaves. Pertemuan Indra dan empat personel Powerslaves, yakni Heydi Ibrahim (vokalis), Anwar Fatahillah (bassist), Acho Jibrani (gitaris), dan Wiwiex Sudarno (keyboardist) itu melahirkan manajemen Kereta Rock ’n Roll, 11 Desember 2010.
Kereta Rock ’n Roll antara lain mengelola situs web www.keretarocknroll.com dan mendata penggemar yang tergabung dalam komunitas Slavers, yang kini mencapai 10.000 orang.
”Kami sempat putus asa untuk terus menghidupkan Powerslaves. Karena di tengah musik pop yang nyaris seragam saat ini, perusahaan label cuma berpikir keras berapa untung yang bakal diraih jika merekam album kami,” ujar Heydi Ibrahim (41) dalam perbincangan dengan Kompas bersama Anwar Fatahillah dan Indra Budi, pekan lalu. Beruntung, Powerslaves menemukan Virgo Ramayana yang menyanggupi merekam album keenam mereka, Jangan Kau Mati.
Kini, energi Heydi dan kawan-kawan tercurah untuk peringatan 20 tahun Powerslaves pada 19 April. Yeaaah!! (ADP)
Band Wali melalui lagu bergenre melayu, mampu menarik perhatian banyak penikmat musik tanah air. Lewat hits "Dik", Wali juga mendapat penghargaan platinum, karena lagu tersebut diunduh oleh 16 juta orang dalam waktu dua tahun.

Kesuksesan itu tak lantas membuat Wali jadi besar kepala. Mereka merasa masih banyak belajar lagi. "Prestasi kami kemarin, adalah ujian agar kami bisa lebih jujur dalam berkarya. Karena sukses RBT itu bukan ukuran kami, tapi bagaimana lagu itu bisa terus diingat banyak orang," kata Faang, vokalis Wali kepada VIVAnews, saat ditemui di XL, Roxy Mas, Jakarta Pusat, Selasa 1 Maret 2011.

Faang juga mengungkapkan rahasia kekompakan para personel Wali. Yaitu dengan selalu menjaga komitmen kebersamaan.

"Komitmen kami sebenarnya menganggap Wali bukan band, tapi silahturahmi keluarga. Semua orang bisa merasakan, mereka saling membahas masalah dan kebersamaan,"ujar Faang.

Wali juga menginginkan untuk bisa sukses bukan hanya di negeri sendiri tetapi juga di negara lain. Band yang baru saja membintangi film "Baik-Baik Sayang" ini, ingin membuat musik Indonesia lebih berjaya lagi.

"Beberapa negara akan kami kunjungi, untuk mengadakan show disana. Musik Indonesia itu sangat dinamis dan layak dikagumi," kata Faang. • VIVAnews
Desta sangat prihatin dengan teman sesama profesi di dunia entertainment, Yoyok Padi, yang harus berurusan dengan polisi karena penggunaan narkoba shabu-shabu seberat 0,5 gram.

"Saya nggak menyangka. Saya tahu pribadinya dia dan sempat ngefans. Tapi, semua masih dalam proses hukum, pasti nggak hanya kalangan musisi yang kaget, masyarakat juga prihatin mendengar beritanya itu," ujar Desta kepada VIVAnews.com, ketika ditemui di Indomog Zynga, Kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa 1 Maret 2011.

Desta tidak munafik dirinya pernah ditawari barang haram tersebut. "Zaman dulu pernah ditawari, karena saya tahu itu salah, jadi segera aku hindari dan cepat keluar. Saya sadar, kalau terlibat seperti itu, pasti dijauhkan dari pekerjaan dan teman, buat apa bekerja cari uang, kalau cuma untuk itu (narkoba)," ujar mantan kekasih Gisel Idol ini.

Dia juga bersyukur dirinya tidak terlibat sebagai pengedar narkoba. "Pernah diajak, tapi untungnya tidak sampai terlibat," katanya.

Desta menyatakan, ancaman penyalahgunaan narkoba itu bukan hanya mengancam orang berprofesi seperti dia. Semua profesi bisa kena narkoba kalau tidak bisa menolak tegas. "Narkoba itu kan dilakukan saat (pikiran) kosong dan masalah berat," ujar Desta.

Lalu, apa yang dilakukan Desta ketika dirinya berada dalam masalah berat? "Pelarian aku ke game saja, main Zynga atau Playstation. Tidak mau terlibat barang haram itu. Lebih baik kecanduan game daripada narkoba," ujar Desta. (art) • VIVAnews
Ressa Herlambang (ressaherlambang.com)

Menjadi penyanyi muda dan berbakat ternyata masih diseriuskan oleh Ressa Herlambang yang saat ini masih terus sibuk dilakukan dialbum terbarunya yang menjagokan hits "Baby I Love U".

"Lagu Baby, I Love You ini adalah awal yang baik buat saya berkarya dan bersaing dengan beberapa penyanyi pendatang baru yang mulai datang, karena saya tampilkan konsep yang beda di sini," kata Ressa Herlambang saat ditemui di Kawasan Menteng.

Ressa mengakui akan pembaruan di konsep musiknya yang lebih berani nge-dance dan up beat yang diusungnya. "Selain nuansa musik yang lebih up beat, dalam setiap penampilan saya kini diiringi dancer (penari), mau tunjukkan yang lebih real dalam memulai konsep lagu tahun ini," ujar mantan kekasih Nia Ramadhani ini.

Ressa sangat optimis dengan konsep yang dimilikinya saat ini bisa menembus jutaan RBT yang saat ini masih jadi tolak ukur sukses album. "Selain RBT, saya juga mengejar pasar musik luar negeri, yang nanti ke depannya saya bisa promosi di Malaysia, Singapur, dan Thailand," ujar Ressa.
• VIVAnews
Rocker Kasarunk

Rocker Kasarunk, Setelah single "Bisa Gila", Rocker Kasarunk--grup yang didirikan Ferdy Tahier bersama rekan-rekan barunya, Acoy (gitar), Vikri Rasta (rapper), Christian (drum), dan Ricky (bas)--kembali akan merilis single baru mereka.
"Ini single yang kedua, judulnya 'Mungkin Satu Kebetulan'. Rencananya, akan kita rilis Februari nanti," kata Ferdy, vokalis Rocker Kasarunk, saat mengunjungi redaksi Kompas.com, Kamis (20/1/2011).
"Mungkin Satu Kebetulan", terang Ferdy, masih berkutat tentang cinta. Bercerita mengenai pengungkapan isi hati, dari pertama ketemu sampai sekarang tetap cinta.
Dibanding kebanyakan lagu yang diciptakannya bersama personel Rocker Kasarunk, terang Ferdy, lagu ini dari segi warna musik memang rada berbeda.
"Kita maunya semua lagu kita up beat, tapi dipikir-pikir kasihan juga pendengarnya, makanya kita buat lagu yang slow. Ini satu dari dua lagu kita yang agak pelan," kata penyanyi yang juga dikenal sebagai vokalis grup band Element ini.
Yang membuat Ferdy dan awak Rocker Kasarunk senang, boleh jadi karena single ini akan menjadi satu dari tiga lagu mereka yang akan menghiasi film barunya Jose Purnomo.  "Ada tiga buah lagu milik kami yang dijadikan soundtrack. Kalau yang dua lainnya disajikan enggak utuh, nah lagu 'Mungkin Satu Kebetulan' yang disajikan penuh, utuh tanpa dipotong," katanya.
Dalam film tersebut, lanjut Ferdy, single ini akan muncul menghisi adegan kilas balik.
Menyinggung keterlibatan Rocker Kasarunk dalam film tersebut, Ferdy mengungkapkan bahwa semuanya berawal ketika ia ditawari untuk membintangi film yang rencananya diberi judul Skandal. "Saya ditawari main untuk jadi bintang utamanya, tapi saya enggak bisa karena ingin fokus di musik, ya akhirnya saya tawarkan bagaimana kalau saya garap lagunya. Kloplah. Jadi mungkin ini suatu kebetulan," ucap Ferdy mengutip judul single-nya itu.
Setelah merilis single kedua nanti, rencananya Rocker Kasarunk akan merilis album mereka yang dibuat dengan konsep mini album. Akan ada enam lagu yang dihadirkan, di antaranya "Bisa Gila", "Cinta Selamanya", "Gantung" dan "Mungkin Satu Kebetulan". "Kasihan kan Para Kasarunk (sebutan untuk penggemar mereka) kalau cuma dikasih RBT, makanya kita akan memberikan lagu-lagu itu secara utuh lewat lewat mini album," katanya.

kompas.com
Ari Lasso-Shandy
Jakarta - Ratusan grup band memeriahkan hari pertama hajatan konser musik 1000 Bands United yang dilangsungkan di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (17/12/2010).
Konser yang digelar dalam rangka penggalangan dana bagi korban bencana di Tanah Air ini, dilangsungkan sejak mulai pukul 11.00 siang dan berakhir pada pukul 23.00 malam.
Setelah sempat diguyur hujan pada sore hari tadi, ratusan pengunjung mulai tampak memadati lokasi panggung yang telah disediakan. Sayangnya, dari sepuluh panggung yang disiapkan di lahan seluas 32 hektar itu, hanya panggung utama saja yang dipadati penonton. Sementara panggung-panggung lainnya lenggang bahkan nyaris tanpa penonton.
Konser yang berlangsung 3 hari 3 malam itu, dibuka secara resmi oleh Jendral (purn) Agum Gumelar selaku senior advisor sekaligus Ketua Komite Pengarah Konser 1000 Bands United,  dengan ditandai pelepasan burung merpati ke udara bersama sejumlah pengisi acara seperti Slank, Ari Lasso, Vierra, Boomerang dan Gaisha.
Menjelang sore, konser di dua panggung utama terasa bergairah. Ratusan penonton justru tersedot di dua lokasi tersebut, mengingat jarak antara panggung utama 1 dan 2 sangatlah berdekatan. Apalagi grup band pengisi adalah band-band yang telah memiliki nama besar.
Sebut saja, Vierra, Ari Lasso, Blackout feat Roy, Boomerang, Geisha, Jambrud, Cokelat, Naif, d'Masiv, Kotak, The Changcuters hingga The Envy, grup band asal Kanada.
Ari Lasso, dalam penampilannya. selain membawakan sejumlah lagu hits-nya, juga menampilkan single terbarunya, "Satu Cinta", yang diambil dari album terbarunya yang akan dirilis Januari 2010 mendatang. Saat menyanyikan lagu tersebut, Ari memperkenalkan rekan duetnya yang baru yakni Shandy "Canester".  
Menurut Harry "Koko" Santoso, promotor Deteksi Production, pada konser akbar ini didukung dengan  1 juta watt sound system. "Ini konser ambisius untuk kemanusian. Semua hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk korban bencana di Mentawai, Wasior dan Yogyakarta," katanya.
Konser 1000 Bands United akan berlangsung hingga Minggu (19/12/2010) mendatang, dengan menghadirkan ratusan band lainnya.
kompas.com
img
Meeghan Henry Tirtasaputra
Jakarta: Tak ada mimpi yang mustahil jika kita mau berusaha. Itulah sepenggal kalimat yang senantiasa dipercaya oleh Meeghan Henry Tirtasaputra dalam upayanya menjadi entertainer di industri hiburan. Alhasil, remaja asal Indonesia itu belum lama ini menembus bursa musik di Hollywood, Amerika Serikat.

Meskipun penjualan album Meeghan hanya lewat iTunes dan menggandeng label independen Wright Records Inc., namun single debutnya yang berjudul When I`m 18 yang merupakan lagu ciptaannya sendiri mendapatkan perhatian di Hollywood. Dengan video klip debut singel-nya itu, Meeghan mampu merangkuh penghargaan di Hollywood Music Media Awards dalam kategori The Best Music Video 2010.

Beberapa lagu dalam debut albumnya: I Wanna Say Yes, Make You Mine, dan In the Moment. Lagu-lagu tersebut bernuansa hasrat anak muda. Dari total 12 di album itu, 10 tembangnya diciptakan sendiri. Inspirasi Meeghan berasal dari lingkungan sekitar, serta pengalaman pribadinya.

Penghargaan yang diraih Meeghan antara lain Hawaiian Tropic Best Child Model, Academic Achievement Awards on Elementary Graduation, dan Teen Talent Show Winner. Tak hanya memiliki karier di dunia musik, Remaja kelahiran Jakarta, 7 Januari 1995 itu, juga pernah menjajal dunia layar kaca dengan membintangi beberapa film independen serta tampil dalam beberapa iklan.(ASW/ANS)


Liputan6.com

Polemik yang terjadi antara grup band D’Masiv dengan sebuah Event Organizer di Sinjai, Sulawesi Selatan, tampaknya kian memanas. Ryan Cs kini digugat ganti rugi sebesar 3 miliar rupiah!

Gugatan perdata yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan oleh pihak penyelenggara itu secara terperinci sebesar 3,552,9 miliar rupiah. Selain menggugat secara perdata, pihak penyelenggara meminta agar manajemen D’Masiv membuat permohonan maaf kepada bupati dan masyarakat Sinjai.

“Karena wilayah pidana bukan masalah ganti rugi, makanya kita ajukan perdana wan prestasi. Kita minta seluruh kerugian klien kami diganti oleh mereka.” Jelas Syahrir Amiruddin, SH, selaku kuasa hukum Farizal, perwakilan pihak penyelenggara acara di Sinjai, yang ditemui tim cumicumi usai memasukkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (18/03).

Sementara itu di lain pihak, manajemen D’Masiv melalui pengacara mereka yang bernama M.Luthfi Suhartono, SH, mengaku heran atas langkah yang ditempuh pihak penyelenggara Sinjai. Menurut Luthfi Seharusnya permasalahan ini dapat diselesaikan secara musyawarah.

“Di perjanjian kan ada penyelesaiannya dengan cara musyawarah. Tapi kalau nyatanya disomasi dan harus bayar 3 miliar plus bunga 3 persen dan lain-lain, kita jadi terheran-heran aja.” Tandas Luthfi yang ditemui tim cumicumi di tempat yang terpisah, Kamis (18/03).

Namun pihak penyelenggara mengaku tindakan mereka mengajukan gugatan ke pengadilan lantaran belum ada komunikasi dan penjelasan yang baik dari D’Masiv terhadap mereka.

“Sampai sekarang belum ada komunikasi dan penjelasan pihak D’Masiv ke kita. Makanya kita serahkan ini ke pengadilan gugatan perdatanya.” Terang Syahrir. (mich)

Jakarta- Vokalis dan pencipta lagu Sandhy Sondoro bermaksud menyebarkan pesan cinta damai secara halus melalui lirik lagu-lagu dalam album ketiganya atau album pertamanya di Indonesia.
"Ini album baru saya, judulnya self titled, Sandhy Sondoro. Message-nya, one love, bukan cuma cinta antardua manusia, melainkan juga tentang kedamaian," tutur vokalis soul dan blues ini mengupas album barunya tersebut.
Sebagai pria asal Indonesia yang bertempat tinggal dan berkarier di Jerman, ada alasan khusus yang membuatnya menyampaikan pesan cinta damai lewat albumnya itu. "Saya sebagai minoritas di Jerman pernah merasakan dan tahu banget bagaimana dirasiskan oleh orang lain," jelas lelaki yang juga main gitar ini.
Ada 12 lagu berlirik bahasa Inggris dan dua lagu baru berlirik bahasa Indonesia dalam albumnya itu. "Album ini adalah album ketiga dari saya. Ini album yang berisi 14 lagu. Dua belas (12) lagu dari album  awal saya dan dua lagu baru. Alasan mengapa berbahasa Inggris, karena saya masih eksis di Jerman dan bahasa Inggris itu mendunia," jelasnya lagi. "Mimpi saya masih panjang dan saya bukan tidak menghargai bahasa Indonesia," tekannya.
Sandhy mengedepankan "Bunga Mimpi" dan "Salamanja" sebagai single-single-nya.
Ke depan, vokalis yang berhasil mencuri perhatian produser musik dan pencipta lagu internasional asal AS Diane Warren ini masih memiliki mimpi yang ingin digapainya. "Saya mau tinggal di Brasil atau Istambul (Turki), karena saya ingin musik saya berkembang terus. Saya enggak mau seperti musisi lain, yang setelah tua frustrasi, karena musiknya begitu-begitu saja," tutup Sandhy.
kompas.com
Jakarta - Kelompok Remarkable Current asal Amerika Serikat yang beraliran hip hop ditunjuk sebagai duta musik Muslim Amerika Serikat melalui program "Performance Art Initiative" yang diadakan Selasa (21/9/2010) di Jakarta.
Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel sempat memberikan sambutan kepada para tamu undangan sekaligus membuka acara konser mini di halaman rumahnya dan ikut menikmati musik hingga terbawa suasana meriah yang berlangsung malam itu.
Acara dimulai dengan pertunjukan musik oleh Remarkable Current dan dihadiri beberapa perwakilan dari kalangan Muslim Indonesia, peserta yang diundang melalui situs Facebook, serta sejumlah artis yang dianggap mewakili suara kaum muda.
"Kami mengundang perwakilan-perwakilan kelompok Islam Indonesia dan anak-anak muda karena memang acaranya lebih cocok untuk anak muda," kata seorang pejabat kultural senior Kedubes AS.
Kelompok yang beranggotakan dua penyanyi rap hip hop, Tyson dan Kumasi, seorang DJ Arnas Canon, dan drummer Erik Rico itu akan melangsungkan tur di kota-kota besar di Indonesia atas undangan Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Dengan inspirasi dari program Departemen Luar Negeri AS untuk mengirim utusan musik dengan diplomasi jazz melalui diplomasi kebudayaannya, Remarkable Current membawa lirik-lirik hip hop yang penuh arti dan makna.
Mereka bertujuan menyuarakan kepada komunitas global bahwa Amerika dan Islam bukan sesuatu yang eksklusif dan turut berperan serta membantu tanggung jawab Presiden Amerika dalam menghilangkan sterotipe negatif tentang Islam di mana pun berada, seperti ditulis rilis Kedubes Amerika.
Seperti halnya Dizzy Gillespie dan Louis Amstrong yang menjadi Duta Jazz pada abad ke-20, Remarkable Current menjadi Duta Hip Hop abad ke-21 dengan misi membangun pemahaman dan kepedulian akan keragaman Amerika melalui musik yang juga bersahabat dengan anak muda masa kini.
Keberadaan Duta Hip Hop Muslim Amerika ini dipandang sangat penting dalam membantu proses hubungan dengan negara-negara mayoritas Muslim di tengah "era baru" Amerika Serikat dalam hubungan internasionalnya, seperti ditulis dalam rilis media dari pihak Kedubes.
Perjalanan Remarkable Current dimulai pada tahun 2001 ketika sekelompok pertemanan di lingkungan tempat tinggal tumbuh menyatukan tujuan untuk secara kreatif membentuk identitas kaum Muslim Amerika dan berbagi dengan masyarakat dunia.
Remarkable Current yang didirikan dan dipimpin Anas Canon telah melakukan tur ke seluruh penjuru dunia, mulai dari Amerika, Eropa, Afrika, hingga Timur Tengah.
Canon, yang belum lama ini masuk ke dalam edisi pertama 500 Muslim paling berpengaruh dalam sebuah publikasi The Prince Alwaleed bin Talaal Center for Muslim-Christian Understanding dari Georgetown University, telah bekerja sama dengan ratusan artis berbakat dan merilis lebih dari sepuluh album.
Gaya musik Remarkable Current mencerminkan latar belakang artis yang sangat beragam, tetapi fokus musiknya adalah perkotaan yang dipengaruhi aliran rock, jazz, dan musik tradisional di dunia.
Kelompok pemusik ini dijadwalkan akan melakukan serangkaian konsernya di Jakarta (22-24 September), Padang (25-26 September), Medan (26-28 September), dan Surabaya (29-30 September).
Penampilan mereka di Surabaya akan menjadi lebih menarik karena direncanakan kelompok hip hop tersebut akan berkolaborasi dengan salah satu kelompok pengusung aliran hip hop Tanah Air, Saykoji.
Remarkable Current juga terpesona dengan keramahan warga Indonesia yang menyambut kedatangan mereka dan merasa banyak kesamaan antara Muslim Indonesia dan Amerika.
"Kami ada di sini karena undangan Kedubes Amerika dan bermaksud menyampaikan pesan bahwa Islam diterima secara luas di Amerika walaupun masih sedikit warga di sana yang tahu tentang Islam secara komprehensif," demikian dikatakan Arnas.
kompas.com
www.thejeo.blogspot.com

Teguh Sukaryo, Seorang Pianist Tanah Air yang telah menciptakan berbagai Harmony -harmony indah dan telah di akui oleh Dunia lewat karya -karya instrument nya, dirinya telah menjadi pianis terbaik yang mengalahkan para pianis dari 26 negara a.l. Jerman, AS, Italia, Prancis, China, dan Jepang.Namun Sayang, sosok Teguh belum begitu akrab terdengar bagi kaum kaum awam di Indonesia,
Sukaryo mendapat pujian dari banyak negara karena menampilkan harmoni, emosi dan teknis sempurna. Sentuhan jarinya pernah membius pendengar di Belanda ketika dipancarluaskan lewat radio dan televisi.
Teguh Sukaryo belajar piano pada sejumlah suhu a.l. Jon Kimura Parker, Peter Takacs, Michael Gurt, dan Carmel Lutton. Dia juga sempat ditangani Byron Janis dan Einar-Steen Nokleberg.
Kemampuan peraih beasiswa Joseph and Ida Kirkland Mullen itu kini ditularkan pada beberapa pianis a.l. Paul Polivnick, Anton Krager, dan Frank Wickes. Selain itu dia aktif mengajar di Rice University Preparatory Program.
Sukaryo lulus dengan predikat BMus untuk Penampilan Piano dari Sekolah Musik Newcastle (NSW) Australia pada 1998. Dari tempat itu dia meraih penghargaan tertinggi untuk penampilannya.
Empat tahun lalu Sukaryo meraih gelar Beethoven Prize di ajang Grieg International Competition for Pianists di Oslo, Norwegia dan berhak atas beasiswa penuh ke sekolah musik top di AS, Oberlin Conservatory.
source : dari berbagai sumber

Berikut ulasan sekilas tentang sosok Teguh Sukaryo.
BIOGRAPHY OF TEGUH SUKARYO, Concert Pianist
(Versi Bahasa Indonesia)

Adalah kecintaan yang sejati terhadap musik, yang dipadukan dengan talenta, hasrat artistic, cita rasa, kejujuran dan kerendahan hati, yang telah membawa Teguh Sukaryo untuk tampil di berbagai negara, termasuk USA, Eropa dan Australia. Misinya adalah untuk menyentuh setiap hati dengan lembut dan rasa kepedulian, seperti yang diimpikannya: “Dunia yang harmonis, berlimpah kedamaian, cinta dan suka cita”. Sembari mengejar misi ini, berbagai media dan kritik turut memberi kesaksian perihal karya Teguh:

“Master pianist. Teguh Sukaryo gave phenomenal recital. He showed fabulous technique and sensibility. Great imagination..with temperament and visible passion.” Airplay Radio en IJssellandTV, Netherlands

“Tremendous personality. Wonderful imagination.” Byron Janis, legendary pianist

"Marvelous,...a gem,..an example of grand. Teguh has the fantasia and technique to reach to the Absolute Top" NoordHollands Dagblad

“Now captivating..now hypnotizing” Kompas, Indonesia

"Climactic craze. Electrifying and full of spirit" Koran Tempo

“An enchanting piano playing which travels through time and space…striking and very memorable” Arts Indonesia

“A Star. World class pianist.” Suara Merdeka

“World top 15” Bali Post

"World Master Pianist, Perfect Presentation of Combined Harmony and Emotion. Anesthetized music lovers. The sound he produced was a reminiscence of beautiful symphony" Kaltim Post


Teguh Sukaryo lulus S1 pada bidang Piano Performance dari Newcastle Conservatorium of Music, Australia. Disana dia mengambil Double Performance Strand dan selalu mendapat nilai tertinggi, yaitu High Distinction. Dikenal memiliki kemampuan artistry tinggi dan teknik yang handal, Teguh menperoleh beasiswa penuh dan berbagai penghargaan untuk melanjutkan seluruh studinya di USA, seperti di sekolah-sekolah terkemuka: Oberlin Conservatory, yang mana dia mendapat gelar Artist Diploma; Rice University/Shepherd School of Music, Master of Music; and Louisiana State University, tempat Teguh sedang menyelesaikan gelar Doktoralnya (DMA, Doctorate of Musical Arts). Tahun 1997, Teguh memperoleh Top Prize di Armidale Open Piano Competition, NSW, Australia; Tahun 2000, Chamber Music Scholarship and award di Sewanee Summer Music Festival, USA; Tahun 2005, “Beethoven Prize” di Grieg International Competition for Pianists, di Oslo.

Teguh Sukaryo belajar dengan pianist kenamaan dan guru besar di Amerika, Eropa dan Australia, antara lain Jon Kimura Parker, Peter Takacs, Michael Gurt, and Carmel Lutton. Teguh juga dilatih oleh pianist legendaris Byron Janis dan Einar Steen-Nokleberg. Selain dibidang piano, Teguh juga menekuni dunia conducting. Guru-gurunya antara lain Prof. Paul Polivnick, Prof. Anton Krager, dan Prof. Frank Wickes.

Bakat dan dedikasi Teguh dalam dunia pendidikan musik juga sangat kuat. Teguh sering memberi workshop dan masterclass di berbagai tempat, baik di dalam maupun luar negeri. Seorang Joseph and Ida Kirkland Mullen Fellow, Teguh telah mengajar di department Prepatory Program di Rice University, Houston, USA. Banyak murid-murid yang terinspirasi dan mendapat nilai tertinggi pada ujian akhir tahun mereka. Diantaranya berhasil lolos audisi masuk di konservatori-konservatori bergengsi di Amerika Serikat.

CD perdana Teguh yang berjudul “Teguh Sukaryo plays Mompou, Brahms, & Mussorgsky” tersedia di took-toko CD, dan mendapat sambutan hangat dari para pencinta music klasik di tanah air. Menyusul segera tahun ini 3 (tiga) CD baru Teguh yang berjudul “Scenes of Childhood”, “Burgmuller Op. 100” dan “Burgmuller op. 109” lengkap dengan partiturnya.

Teguh lahir dan besar di Purwokerto, Jawa Tengah. Dia mencintai Indonesia, baik budaya dan manusianya. Teguh juga sangat mencintai alam, seni, dan kemanusiaan. Dia suka bergaul dengan siapa saja dan dengan semua kalangan. Tahun 2010 Teguh mengadakan Nusantara Tour 2010 diberbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Purwokerto, Kupang, dll dalam rangka penyebaran musik klasik di tanah air tercinta Indonesia. Teguh Sukaryo adalah pencipta dan Artistic Director group Musik Klasik Indonesia di facebook. Group dengan lima ribu anggota yang merupakan group musik klasik yang paling aktif, edukatif dan informatif.



http://www.facebook.com/teguh.sukaryo
www.thejo.blogspot.com
Dewa Budjana - Kapanlagi.com
Sudah dua tahun belakangan ini pemain gitar band Gigi, Dewa Budjana aktif berbagi ilmu bersama anak muda yang memang berniat belajar musik. Pengetahuan musik Budjana disalurkan melalui sekolah musiknya, Guitar School of Indonesia (MSI) dan dikembangkan menjadi Music School of Indonesia (MSI).

Menurut Budjana, untuk mengangkat perkembangan musik Indonesia yang lebih maju lagi, dirinya harus berbagi pada orang lain. Banyak pelajaran yang diberikan pada siswanya. Bukan saja memberi materi permainan gitar atau mengasah skill individu, tapi Budjana memberi pengalaman bermusik selama bersama Gigi. Setiap satu bulan sekali, Budjana memberikan workshop.

"Sistemnya tidak seperti sekolah, tapi lebih memberi workshop. Saya juga memberi ruang pribadi pada mereka yang memang serius untuk bermusik," ujar Budjana saat ditemui di acara konferensi pers Grand Launching Music School of Indonesia (MSI) di atrium Plasa Semangi, Jakarta, Minggu (19/9) malam.

Bukan hanya anak muda yang dapat belajar atau mengasah kemampuan memainkan sebuah alat musik, tapi anak-anak dan orang tua pun dipersilakan.

"Banyak orang kantoran yang meluangkan waktu belajar musik. Jadi siapa saja, tidak tertutup orang tua,” ungkapnya.

Budjana beralasan, belajar memainkan alat musik ini bukan saja untuk mengembangkan karier di dunia seni musik, tapi juga sebagai hobi.

"Setiap bulannya kita adakan pentas seni dan semuanya terlibat. Kita juga menghadirkan bintang tahu. Sehingga kemampuan individu semakin terasah,” ujar Budjana

kapanlagi.com 
www.thejeo.blogspot.com
 
Tampaknya The Upstairs yang saat ini digawangi Jimi Multhazam (vokal), Andre 'Kubil' Idris (gitar), Pandu Fathoni (bass dan synth), Krishna (keyboards dan synth) dan Beni Adhiantoro (drum) tak ingin berlama-lama untuk meluncurkan karya terbarunya sekaligus sebagai test case personel baru pengganti Alfi Chaniago yang keluar karena mendalami agama dan Dian Marayana yang menikah dan menekuni bisnisnya.
The Upstairs kembali meneror kita untuk berdisko darurat serta berdansa resah dengan single terbarunya yang di sebarkan gratis dan bisa di download di http://theupstairs3.tumblr.com/.
Single ini selain mencantumkan 1 lagu baru yang berjudul Menara Lara ada dua lagu daur ulang Rocketship Goes By dari Goodnight Electric dan satu lagu daerah Sumatera Barat yang populer di tahun 70-an berjudul Kampuang Nan Jauh Di Mato yang dulu juga sempat di populerkan oleh Chiquita Meidy di tahun 90-an.
Track Menara Lara membuka dan menyapa kita dengan beat-beat yang dance able. Dengan permainan synthesizer Krishna yang meruang dan mengisi di setiap celah lagu berpadu dengan petikan gitar Kubil membuat lagu ini tampak padat.
Kali ini tak ada suara latar cewek, dari Dian Marayana yang biasa kita dengar di lagu-lagu The Upstairs sebelumnya dan di ganti dengan suara latar cowok dari Beni dan Pandu, dan ternyata menarik untuk di dengar. Di bagian tengah lagu terdapat jeda musik yang hanya menampilkan solo synthesizer dan diimbuhi dengan solo bass dari Pandu serta penambahan clapping hand yang akan meningkatkan atmosfir energi apabila nanti di mainkan live.
Di track kedua The Upstairs mengkover lagu Rocketship Goes By dari band elektro pop asal Jakarta, Goodnight Electric. Dengan tanpa menghilangkan aransemen pop yang kental, lagu ini dimainkan lebih pelan dan lebih nge-pop dari aslinya yang sedikit bertempo cepat. Permainan synthesizer yang rapat memasuki seluruh celah lagu masih mendominasi.
Dengan bunyi-bunyian yang mengawang-awang memberikan penegasan lagu ini. Hook melodi yang catchy dan tak terlalu rumit menjadikan lagu ini mudah diingat dan disenandungkan. Aransemen musik di lagu ini sangat terasa penghayatannya hingga mudah menangkap makna lagu yang bertemakan patah hati ini. Satu lagi, vokal Jimi berbeda sekali dengan yang biasa kita dengar dan hampir menyerupai dengan penyanyi aslinya Henry Foundation.
Apa jadinya bila lagu daerah seperti Kampuang Nan Jauh Di Mato yang dinyanyikan Oslan Hussein di tahun 70-an di remix dengan musik disco new wave tahun 80an. Dengan nuansa psychedelic dan ruang angkasa yang diperoleh dari bunyi-bunyian synthesizer yang mengisi lagu ini.
Tampak kekuatan 3 single ini berada di permainan synthesizer Krishna yang ciamik dan sangat klop ketika berpadu dengan instrumen lain hingga menjalin chemistry untuk menghasilkan karya yang bagus. Melekat di benak kita ketika mendengar lagu yang dulu dipopulerkan oleh Chiquita Meidy yang dinyanyikan dengan nada ceria menjadi sedikit agak aneh ketika dipoles oleh The Upstairs.
Secara keseluruhan single ini mampu mempresentasikan seperti apa nanti aransemen musik mereka di album terbarunya yang harus kita nanti dan miliki.

Tracklist:
1. Menara Lara
2. Rocketship Goes By (Goodnight Electric Cover)
3. Kampuang Nan Jauh Di Mato
KapanLagi.com - Oleh: Fajar Adhityo

www.thejeo.blogspot.com
Jakarta - Dunia musik Indonesia semakin berwarna dengan munculnya band-band pendatang baru dengan aliran musiknya masing-masing. Band asal Pekanbaru, Geisha, mengaku tidak takut dengan persaingan di industri musik Indonesia.

"Kita senang industri punya banyak genre musik, kita jadi terpacu untuk bikin musik yang lebih jagoan lagi. Kita nikmati banget persaingan musik ini," ujar sang vokalis, Momo yang ditemui usai mengisi acara 'Dahsyat', di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (21/9/2010).

Band yang berdiri pada Desember 2003 itu mempunyai keinginan untuk terus eksis di blantika musik Indonesia. Untuk itu, Geisha selalu berusaha membuat musik yang mudah diterima pasar tetapi tetap menonjolkan ciri khas musik mereka.

Saat ini band yang terkenal lewat lagu 'Jujurlah Padaku' itu sedang mempersiapkan album kedua. Album terbaru mereka tersebut diperkirakan rampung pada Oktober mendatang.

"Di album ini ada sedikit perbedaan dari album pertama, kita lebih explore dalam hal musikalitas," jelasnya.
music.detikhot.com 
www.thejeo.blogspot.com


Mark David Chapman, pembunuh John Lennon tidak memperoleh grasi untuk keenam kalinya pada Selasa (7/9), tiga bulan sebelum peringatan 30 tahun kematian gitaris band legendaris The Beatles itu.


Divisi Pembebasan Bersyarat Negara Bagian New York telah menolak permintaan David Chapman, menyatakan kekhawatiran atas pengabaian norma masyarakat yang berlaku dan nyawa manusia, menurut laporan dari stasiun televisi berita CNN.

Tiga anggota panelis pemberi grasi memberi komentar tertulis bahwa Chapman pembebasan dinilai tidak pantas untuk saat ini dan tidak sesuai dengan khazanah masyarakat sekarang.

Koran "The New York Daily" mengatakan bahwa divisi pembebasan bersyarat menerima 75 surat memperdebatkan pembebasan Chapman, termasuk salah satunya dari istri terakhir John Lennon, Yoko Ono (77), yang mengatakan pada bulan lalu ia percaya Chapman akan menjadi ancaman bagi dirinya, kedua anak laki-lakinya, masyarakat dan bahkan pada dirinya sendiri.

Pengacaranya, Peter Phukat, mengatakan kepada surat kabar bahwa Ono "sangat puas" mendengar bahwa Chapman diputuskan akan tetap dipenjara.

Chapman (55) sedang menjalani hukuman penjara selama 20 tahun hingga seumur hidup atas penembakan Lennon sebanyak empat kali di punggung, di luar gedung apartemen kediamannya di New York pada 8 Desember 1980. Ia mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan tingkat dua.

Ia telah menjalani 29 tahun dari masa tahanannya di instalasi penjara keamanan tinggi di Attica, New York. Dalam 20 tahun terakhir ini, ia telah diperbolehkan kunjungan pasutri dengan istrinya, Gloria, yang ia nikahi pada 1979. Ia juga telah mengajukan permohonan grasi setiap dua tahun sejak 2000.

Kesempatan berikut Chapman untuk mendapat wawancara pembebasan bersyarat pada 2012.
antaranews.com
www.thejeo.blogspot.com
Apa itu Kecap Manis ? 
Kecap Manis adalah kekayaan kuliner yang dimiliki oleh Indonesia yang merupakan paduan citarasa rempah rempah asli Indonesia. Kecap Manis biasa di kosumsi oleh semua golongan dan merupakan pelengkap dari kebanyakkan masakan asli negeri yang kaya akan ragam kuliner.

Berangkat dari situlah empat orang musisi dan penyanyi yang sudah cukup dibilang berpengalaman di industry musik Indonesia bersepakat bulat untuk membetuk sebuah kekuatan yang mungkin akan turut memaniskan blantika musik anak negeri dengan menamai project nya “KECAP MANIS’ dengan filosophy sesuai dengan Kecap yang mempunyai campuran campuran special dan rasa yang sesuai dengan selera orang Indonesia, seperti iklan Kecap dimanapun di seluruh pelosok negeri kami berempat juga yakin bahwa kami akan jadi nomor satu dan digemari oleh semua kalangan .
Siapa itu Kecap Manis ?
Kecap Manis bisa disebut juga sebagai kepanjangan dari Kolaborasi Empat Cowok Asal Pancoran yang menyukai kecap dan music easy listening. Kecap Manis terdiri dari :
1. Anton Budinugroho atau Anton Tofu
Anton adalah salah satu personel Tofu yang dulu merupakan sebuah group vocal yang mempunyai banyak hits, Anton mempunyai vocal yg berkarakter dan ciri yang sangat Indonesia.
2. Jimmy Prameswardhono atau Donil
Donil adalah seorang music producer dan salah satu personel group Rap ternama di Indonesia NEO yang cukup banyak melahirkan hits serta memproduseri beberapa artis rap Indonesia seperti Faro, Daviuz, Da Squad, Ras Muhammad dll.
3. Fahrur Rozi atau Faro
Faro adalah salah satu rising star di dunia hip hop Indonesia dengan beberapa single yang sudah dirilis diantaranya; Kipas Angin (KFC HitList Vol. 2) medio 2006 serta Gue Anak Motor (NuBuzz 1.2)di tahun 2009 dan juga banyak berkolaborasi dengan banyak artis diluar dari Hip Hop seperti Connie Constantia, Ipang BIP dan lainnya.
4. Aidil atau Udet
Udet  adalah seorang music producer, komposer dan salah satu personel group Rap ternama di Indonesia NEO yang cukup banyak melahirkan hits seperti Borju, Boss, Bintangku dan juga memproduseri beberapa lagu di album Dewi Sandra serta membuat jingle untuk TVC.
Demikian salam perkenalan dari kami berempat. Bagi temen-temen yang perlu Kecap Manis untuk memaniskan musiknya yang kurang manis, silahkan dengerin Kecap Manis perdana di www.popmaya.com 
www.thejeo.blogspot.com

Sulit dipungkiri, pop urban ala grup bernama Volume ini agaknya banyak dipengaruhi oleh nama-nama beken dari industri musik dunia, sebutlah Jason Mraz dan John Mayer. Daya pikat kedua artis musik beken itu tidak lantas hilang, meskipun band yang digawangi oleh Fawdy Irianto (gitar), Wafda Saifan (vokal), Nico Suryadarma (bas), dan Ryan Hazairin (drum) ini tidak lantas menduplikasinya mentah-mentah sebagai musik mereka.


 
Single pertama "Hey Cantik", misalnya. Lagu itu dijadikan nomor perkenalan dari Volume. Secara musikalitas, Volume lumayan keren dan jauh dari kesan plagiat. Single tersebut disuguhkan dengan tempo medium beat oleh permainan gitar dari Fawdy dan betotan bas Nico, serta gebukan drum Ryan, yang konstan dan terasa power-nya. Begitu musik ini mulai bergetar, muncul vokal Wafda, yang soft dan manis mengiringi lagu.
Bosan kan dengan lirik bertema selingkuh melulu? Nah, soal lirik, "Hey Cantik" unik—mengisahkan seorang playboy yang gagal total menaklukkan hati perempuan pujaannya. Ternyata, performa sang playboy masih kalah kuat untuk membuat perempuan cantik itu meninggalkan kekasihnya. Playboy tersebut benar-benar KO!

Berdiri pada 2008, Volume memang belum disertai dengan sodoran album utuh. Mereka baru mengeluarkan sebuah single, "Hey Cantik". Mereka mengaku, album perdana mereka sudah siap, tetapi sengaja untuk melepas langkah awal mereka hanya dengan single plus klip videonya yang sudah bisa dinikmati di televisi.

Nah, akankah grup yang mengaku mematangkan diri sebagai band sekolah ini bisa memperoleh peruntungan yang mantap ke depan?
entertainment.kompas.com
www.thejeo.blogspot.com
JAKARTA - Grup rock legendaris, Godbless, belum surut dalam berkarya. Band yang dikenal dengan hits Rumah Kita di era 1990 -an itu berencana akan mengeluarkan album baru.
 

"Album baru sih belum, tapi dalam waktu dekat mungkin direncanakan," janji sang vokalis, Achmad Albar saat ditemui di sela-sela acara santunan Yayasan Yatim Piatu Masjid Al-Kautsar di Jalan Petogogan I, Jakarta Selatan, Selasa (7/9/2010).
 
Tak hanya itu, Iyek, sapaan Achmad Albar, yang mewakili Ian Antono (gitar), Donny Fattah Gagola (bas), Yaya Moektio (drum), dan Abadi Soesman (kiboar) itu mengaku bersemangat kembali ke dapur rekaman setelah Godblees kebanjiran tawaran manggung.
 
"Ada rencana manggung di UI (Universitas Indonesia) bulan depan. Memang mereka masih menunggu Godbless bisa manggung lagi," ujar Iyek. "Seperti kemarin kami juga baru saja selesai tur," tutupnya.
entertainment.kompas.com
www.thejeo.blogspot.com
Jakarta - Band The Brandals menjadi salah satu pengisi acara dalam 'Baybeats Festival' di Singapura. Yuks ikuti curhat perjalanan The Brandals, langsung dari sang vokalis, Eka Annash.
Eka Annash lewat surat elektroniknya kepada Detikhot, Senin (6/9/2010) curhat tentang perjuangan The Brandals untuk bisa bergabung dalam festival tersebut. Ternyata butuh waktu dua tahun buat mereka untuk mewujudkan hal tersebut. Awal 2008, The Brandals menerima email undangan tampil dari salah satu staf Esplanade (organizer venue di mana 'Baybeats' digelar). Hingga akhirnya The Brandals baru bisa tampil pada 22 Agustus lalu.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Kami berangkat Sabtu (21/8) siang dan tiba di Changi Airport sekitar pukul 4 sore waktu Singapura. Sebuah mini van dari panitia sudah menunggu untuk mengantar kami ke hotel Royal Queen di daerah Bras Basah. Setelah berbuka puasa di Bugis (Maghrib tiba pukul 7.15 di Singapura!) kami langsung melangkah menuju Esplanade. Berjalan sejauh hampir 1,5 km dan diteruskan melalui underpass yang membawa kami muncul langsung di lobi Esplanade untuk menikmati pertunjukan 'Baybeats'.

Di situ digelar Chill Out stage di mana musisi dan band yang tampil cenderung lebih downbeat dan eksperimental. Kami melanjutkan perjalanan untuk mengecek Powerhouse Stage. Walaupun agak sulit bergerak karena ramainya pengunjung, kami sampai juga di areal Powerhouse yang sedang digempur oleh Chicosci, band emo asal Fillipina. Di tengah-tengah set tiba-tiba saja Chicosci menyanyikan salah satu lagu Carrie Underwood yang membuat kami mengernyitkan dahi sambil berpandangan aneh. Are they for real?

Panggung Powerhouse adalah panggung terbesar di areal Esplanade yang sepertinya memang diperuntukkan penampilan line-up dengan musik lebih keras dan agresif. Panggung sebesar 10x6 m ini tampak megah disiram tata lampu bermacam warna dengan sound system minimal 30 ribu watt yang terdengar menggelegar maksimal. Tidak sabar rasanya ingin menjajah panggung.

Sekitar pukul 10.30 malam kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat. Sempat berhenti sebentar di City Hall untuk makan malam, kami kembali berjalan ke hotel. Menikmati megahnya arsitektur gedung sekitar dan mengagumi tata letak kota Singapura yang tampaknya tidak pernah berhenti untuk direnovasi dan diperbaiki kualitasnya. Tidak habis kami berpikir jauhnya jarak waktu yang harus dicapai pemerintah daerah Jakarta untuk bisa mencapai keteraturan struktur kosmopolitan Singapura. Mungkin baru bisa tercapai 5 atau 6 generasi di bawah kami. Itupun kalau Jakarta belum tenggelam dilalap Laut Jawa.

Minggu, 22 Augustus 2010

Kami berangkat menuju Esplanade untuk sound check yang dijadwalkan pukul 12.30 bersama LO kami, Sham. Sampai di sana, Sham membawa kami ke areal underground, terletak tepat di bawah Esplanade yang cukup luas. Setibanya di venue, semua terlihat kompeten sebagai teknisi dalam menghandle instrumen. Efektif dan efisien, jadwal sound check selesai tepat dalam waktu 1 jam.

Tepat pukul 6 kami berangkat menuju Esplanade. Sampai di venue, kami langsung digiring ke backstage untuk bersiap. Di panggung ada The Zozi asal Malaysia yang sedang beraksi hingga tepat pukul 7 maalm. Ada jeda sekitar 30 menit antar line-up diberikan untuk mengatur alat. Di ruang artis belakang panggung kami sibuk menaburkan bedak ke sekujur badan (trik yang kami curi dari Nine Inch Nails di tur 'Downward Spiral') sehingga seluruh ruangan tertutup kabut putih. Walaupun sudah ada larangan karena khawatir lantai panggung akan licin, tapi kami nekat. What the heck, kalau sudah terlanjur mau diapain? hehehe..

Sekitar pukul 7.30 kami naik pentas. Membuka set dengan lagu 'Start Bleeding!' yang akan dirilis di album berikut. Tentu saja tidak ada satu-pun penonton yang kenal lagu ini, tapi semua terlihat takjub terpaku pandangannya ke panggung melihat penampilan The Brandals yang mirip mayat baru keluar dari kubur. Eka tampil lengkap dengan jubah drakula dan memprovokasi penonton dengan sindiran dan banyolan untuk membuat penonton bergerak.

Di satu titik ada kerumunan kecil yang tampaknya WNA asal Eropa/Amerika yang terlihat agresif bergerak dan bergoyang di tempat. Lagu demi lagu dengan intensitas tinggi menghajar penonton. Serangkaian track yang diambil dari 3 album The Brandals seperti 'City Boy', 'Moonlight Child', 'Vague n' Hollow' serta nomor baru Love Detox dimainkan. "Does anyone here drink and did drugs?" tanya Eka di jeda lagu dan kontan kumpulan bule tadi mengangkat gelas mereka sambil berteriak "YEAAHH!!!"

Sekitar 30 menit The Brandals menggempur total 7 lagu dengan sambutan antusias dari penonton. Walaupun ini adalah penampilan kedua di Singapura (pertama kali di Art House tahun 2007), masih banyak mungkin yang belum kenal The Brandals. Tapi itu tidak mengurangi tingginya respon untuk bergerak. Lagu penutup 'Black Boy Dynamite Blues' mengajak  koor massal menjadi klimaks orgasme memuaskan antara personel dan penonton.

Selesai membereskan instrumen, kami pun menyelinap ke belakang panggung untuk bertemu Igor Cavalera dan istrinya Laima Leyton yang ternyata sangat ramah. Kami melihat penampilan Mixhell di 15 menit pertama yang berhasil mengangkat histeria penonton dengan hasil mixing electro/ baile funk / tropicalia plus Igor yang menghajar drum set tanpa ampun.

Setelah menyantap makan malam di food stall, kami memasuki bis, ternyata sudah ada 2 orang bule yang tadi berteriak-teriak saat kami tampil. Pasangan cewek-cowok ini langsung menyapa dan memuji penampilan The Brandals. "Awesome man! You've killed it! It was great!" begitu kata mereka.

Setelah berkenalan, kami kaget bukan kepalang karena ternyata dua orang ini adalah Dan Boeckner & Alexei Perry, personel Handsome Furs yang juga tampil malam itu di Arena Stage. Dari obrolan juga ternyata kami baru tahu kalau Boeckner juga personel Wolf Parade dari label Sub Pop Record.

Satu hal yang membuat kami kagum adalah mereka sangat luar biasa ramah. A genuine music fans who enjoy new experience and meeting new bands. Bandingkan dengan musisi Indonesia yang baru populer taraf lokal tapi arogannya sudah selangit. Sampai di hotel kami sempat berfoto sebelum berpisah, menjadikan penutup misi yang memuaskan. Rocking out the 'Baybeats', meeting Igor Cavalera and a brief chit chat with Handsome Furs. A Good day's worth of work! Until our next gig then! 
music.detikhot.com 
www.thejeo.blogspot.com

JAKARTA - Band Ungu beruntung memiliki gitaris serbabisa, Enda. Selain memberi harmonisasi pada setiap lagu Ungu dengan permainan gitarnya, Enda, yang juga mencipta lagu Ungu, dalam keadaan darurat bisa didapuk menjadi vokalis menggantikan Pasha.
Mengisi acara musik televisi Dahsyat, di Jakarta, Senin (6/9/2010), Pasha datang kesiangan. Lagu "Badai Kini Berlalu" dari album Penguasa Hati pun disajikan oleh Ungu dengan Enda sebagai vokalis, menggantikan Pasha.   
"Sebenarnya nervous kalau disuruh menyanyi. Pasha mah asik-asik aja, dia bilang ke gue mantap, tapi suara gue hilang," ujar Enda.
Menurut Enda, ia dan para personel Ungu lainnya--Makki (bas), Onci (gitar), dan Rowman (drum)--sudah biasa bertukar posisi. "Kami bisa semua, kadang-kadang suka ditukar, Onci main bas, Makki dan Rowman main gitar, Pasha main drum, dan gue menyanyi. Tapi, biasanya gue nge-bas dan Onci yang nyanyi, karena suaranya mirip Pasha," jelasnya.
Pertukaran posisi itu biasanya dilakukan oleh Ungu dalam latihan di studio. "Biasanya pas latihan itu buat seru-seruan. Mereka enggak PD (percaya diri), sementara gue dan Onci yang sering jadi tumbal. Mungkin karena kami terlatih saat kami menyanyikan demo lagu sendiri," kata Enda.

entertainment.kompas.com
www.thejeo.blogspot.com