Ku biarkan diriku berdiri dengan nafasku seadanya..
Bersama dengan mimpi..
Bersama dengan harapku..
Bersama dengan semua..
Yang mungkin hanya menjadi sia-sia..

Ku biarkan diriku termenung dengan tatapan yang tertuju..
Bersama gemercik air..
Bersama sang semilir..
Bersama dengan sehelai rasa..
Yang mungkin hanya menjadi lipatan yang akan terbuang...

Aku menjadi buas yang terdiam..
Seperti embun yang perlahan memuai..
Memuai di atas rumput pagi tertutup kabut...
Tak mampu memancarkan kilauan indahnya....

Aku tahu ragaku ikut rapuh..
Layaknya hanya tanah yang mencintai langit..
Tak pernah bisa tersatukan..
Tak pernah mampu bersentuhan..

Namun ku terus saja percaya...
Cinta mampu menggapai langit..
Walau tak seutuhnya tersentuh..
Walau tak pernah ada keabadian..

Aku Percaya...
Kebodohan mengajarkanku banyak hal..
Kesalahan memberikanku jawaban..
Dan aku hidup berawal dari keduanya..

Aku percaya..
Akan diriku sendiri yang lemah..
Akan diriku sendiri yang tersungkur..
Semua akan menjadi berbalik arah..

Aku juga akan selalu percaya..
Mimpiku tak hanya berhenti disini...
Walau sulit untukku menggapainya...
Walau tak mudah untuk menjalani hari..

Kini Ku biarkan diriku percaya..
Perubahan akan menuntunku..
Bersama Sang Penciptanya..
Yang akan selalu memberiku jalan..

Kini kubiarkan diriku tersenyum..
Baru saja aku merasakan kembali nafasku..
Baru saja aku meresapi sebuah kedamaian..
yang membuatku melupakan semua pilu..

Dan aku..
Harus Selalu percaya..
Kesedihan hanya akan ku rasakan sesaat...
Kesedihan hanya akan hilang dalam waktu yang singkat...
Akan Ku ubah menjadi kebahagiaan yang ikhlas..
Karena Aku Percaya..

2 komentar:

  1. Anonim8:09 PM

    nice poem sob.... salut... :)

    BalasHapus
  2. Anonim8:10 PM

    nice poem sob.. salutt.. :)

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar terbaik anda dan mohon untuk tidak memasukkan link di dalam form komentar.

Salam.
Admin

Jersey Bola Grade Ori Murah

Jersey Bola Grade Ori Murah